Joko Anwar Kritik CEO Bukalapak: 'Shame on You'

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 15/02/2019 18:25 WIB
Joko Anwar Kritik CEO Bukalapak: 'Shame on You' Menurut Joko Anwar, kicauan CEO Bukalapak Achmad Zaky (kanan) yang dianggap menyerang Jokowi tidak mencerminkan kesopanan secara umum. (CNN Indonesia/Bintoro Agung)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keributan soal kicauan CEO Bukalapak, Achmad Zaky yang mengkritik soal dana riset dan pengembangan di Indonesia dan dinilai 'menyerang' Presiden Joko Widodo juga memancing sineas Joko Anwar berkomentar.

Menurut sutradara Pengabdi Setan ini, kicauan kritik yang kini sudah dihapus Zaky tersebut tidaklah tepat apalagi untuk Presiden Joko Widodo yang disebut Jokan mendukung pengusaha lokal.

"Punya pilihan politik itu hak. Tapi ya enggak begini. Dan ditching someone who just endorsed your business sincerely in the name of supporting local entrepreneurs is just way below common decency [menyerang seseorang yang mendukung bisnis Anda dengan tulus demi mendukung wirausahawan lokal itu jauh dari kesopanan umum]. Shame on you, Achmad Zaky," kata Joko dalam kicauannya di media sosial.





Bersamaan dengan kicauan Joko Anwar tersebut, ia juga membagikan unggahan lain dari peneliti LPPM sekaligus dosen Universitas Nahdhlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Bambang Arianto tentang bantahan kicauan data riset dan pengembangan yang diunggah Zaky.

Bambang menjelaskan bahwa data yang digunakan Zaky untuk mengkritik dana riset Indonesia ternyata hoaks. Temuan itulah, disebut Bambang, yang memicu munculnya tagar #UninstallBukaLapak.



CEO Bukalapak Achmad Zaky sebelumnya mengunggah kicauan yang menyebutkan bahwa pada 2016 dana riset dan pengembangan Indonesia berada di posisi 43 dengan US$2 miliar, lebih kecil dibanding negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

"Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD)," kata Zaky dalam unggahan yang kini telah dihapus. "Mudah2an presiden baru bisa naikin."

Namun, warganet mempermasalahkan kalimat "Mudah2an presiden baru bisa naikin," yang ditulis Zaky. Oleh sebab itu, muncul sebuah gerakan dengan tagar #uninstallbukalapak yang diduga diinisiasi oleh pendukung calon presiden nomor urut 01 yang kemudian 'dibalas' dengan tagar #UninstallJokowi.


Menanggapi kekisruhan yang terjadi akibat cuitannya di Twitter, Achmad Zaky pun meminta maaf kepada masyarakat khususnya para pendukung calon presiden nomor urut 01 bahwa ia tidak menyinggung salah satu capres.

"Memohon maaf atas kekhilafan dan atas segala kesalahpahaman yang timbul dan dengan tegas menyatakan bahwa cuitan tersebut tidak bermaksud untuk mendukung atau tidak mendukung suatu calon tertentu," kata Zaky, Jumat (15/2)

"Saya sangat menyesali kekhilafan tindakan saya yang tidak bijaksana tersebut dan kiranya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya," sambungnya. (end)