Netflix 'Serang Balik' Steven Spielberg soal Aturan Oscar

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 05/03/2019 14:38 WIB
Netflix 'Serang Balik' Steven Spielberg soal Aturan Oscar Film Netflix 'dipertanyakan' oleh Steven Spielberg. (REUTERS/Mike Blake)
Jakarta, CNN Indonesia -- Netflix 'menyerang' balik sutradara kawakan Steven Spielberg atas penilaian negatifnya terhadap layanan menonton streaming itu. Mereka mengunggah cuitan soal film di Twitter.

Tanpa menyebut langsung nama sutradara Jurassic Park itu, Netflix menyampaikan bahwa apa yang mereka lakukan adalah bagian dari kecintaan terhadap film secara luas.

"Kami cinta film. Ini beberapa hal yang juga kami cintai. Akses untuk orang-orang yang tidak selalu sanggup membayar, atau tinggal di kota tanpa bioskop," mereka mengawali.



Netflix melanjutkan, mereka juga cinta membiarkan semua orang, di mana pun, bisa menikmati rilis film di waktu yang sama. Tak ketinggalan, mereka juga suka memberi sineas kesempatan lebih untuk bisa berbagi karya, dalam hal ini film, atau yang disebut Netflix "seni."

"Hal-hal ini tidak berdiri sendiri," Netflix menegaskan.

'Perang' antara Netflix dan Spielberg bermula saat sang sutradara Jaws yang juga petinggi lembaga penyelenggara Oscar Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) akan mengusulkan peraturan yang membatasi film dari platform streaming seperti Netflix diterima di ajang penghargaan perfilman bergengsi. Itu tak lepas dari kemenangan Roma di Oscar.



Tahun ini Roma menjadi Film Berbahasa Asing Terbaik. Film itu juga memenangi penghargaan Sutradara Terbaik dan Sinematografi Terbaik. Namun ia kalah di kategori Film Terbaik.

Penghargaan puncak dan utama itu jatuh ke tangan Green Book, yang diproduksi oleh Amblin Partners dan Participant Media, perusahaan milik Spielberg.

Menurut Spielberg, film-film Netflix seharusnya dinominasikan untuk Emmy Awards, penghargaan yang juga bergengsi, namun bukan untuk film, melainkan serial televisi.


Ia merasa berbeda saat menonton film Netflix dibanding menonton di bioskop. "Dia akan senang jika [anggota AMPAS] yang lain akan bergabung dengan kampanyenya ketika itu muncul. Dia akan melihat apa yang akan terjadi," ujar perwakilan Spielberg, dikutip Variety.

Netflix tidak hanya merilis film secara streaming, dengan waktu yang sama di seluruh dunia. Beberapa film juga ditayangkan di bioskop. Awalnya, Netflix berjanji perilisan itu akan berbarengan. Namun belakangan beberapa film tayang di eksklusif di bioskop dahulu.

Roma misalnya, tayang tiga pekan di bioskop sebelum secara streaming. Demikian pula dengan Triple Frontier dan The Irishman. Martin Scorsese, sosok di balik The Irishman mengaku ingin merilis filmnya di Netflix agar mendapat penonton seluas-luasnya.
Steven Spielberg ingin membatasi film Netflix di Oscar.Steven Spielberg ingin membatasi film Netflix di Oscar. (REUTERS/Yves Herman)
Platform seperti Netflix belakangan memang menjadi tren. Layanan itu punya 139 juta pelanggan di seluruh dunia per akhir tahun lalu. Menyusul kesuksesan itu, apalagi film-filmnya juga diterima di berbagai ajang penghargaan, Disney, WarnerMedia dan Comcast pun berencana membuat platform serupa, sehingga bisa merilis film mereka secara streaming.
(rsa)