Netizen Ramaikan #SlankMakanDuitRakyat pada Apel Rp18 Miliar

CNN Indonesia | Sabtu, 16/03/2019 15:46 WIB
Netizen Ramaikan #SlankMakanDuitRakyat pada Apel Rp18 Miliar Ilustrasi konser Slank. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nama band rock Slank mengisi posisi pertama 'trending topic' Twitter dunia hari ini, Sabtu (16/3). Hal ini terkait keterlibatan sebagai pengisi acara Apel Kebangsaan 'Kita Merah Putih' yang bakal digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan kucuran dana APBD Rp18 miliar.

Lewat tagar #SlankMakanUangRakyat, netizen menggemakan kritik kepada band yang dikenal cukup vokal untuk menyuarakan kondisi sosial.

"Mau ikutan tuit tagar #SlankMakanDuitRakyat ah soalnya ngaku merakyat tapi kok duit anggaran buat rakyat dipakai juga yak," tulis salah seorang netizen.




"Sejak booming-nya aksi 212 mendadak banyak giat yang menamakan "Apel Kebangsaan". Ceritanya mau saingan neh? saingan kok pake duit negara Bos? #SlankMakanDuitRakyat," tambah pemilik akun @itsfebyao.


"Seniman itu biasanya peka, mudah tersentuh hatinya dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Apakah penikmat seni akan "happy" dengan seniman yang menikmati hak rakyat yang jauh lebih membutuhkan? For me... ITS A BIG NO!! What about you?" tulis @wendy_diana.





Apel Kebangsaan "Kita Merah Putih" akan digelar di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, pada Minggu (16/3). Apel ini dikritik karena mendapat kucuran dana APBD Rp18 miliar. Sejumlah tokoh dijadwalkan hadir yakni Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, KH Maimun Zubair dan ulama asal Pekalongan Habib Luthfi.


Selain Slank, sejumlah musisi seperti Armada, Letto, Virzha, serta penyanyi dangdut Nella Kharisma dijadwalkan bakal menghibur di acara tersebut.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjawab kritik terkait pelaksanaan acara Apel Kebangsaan 'Kita Merah Putih' yang dituding menghamburkan uang. Politikus PDIP itu mengatakan pengadaan anggaran acara yang mencapai Rp18 miliar sesuai prosedur yang berlaku.

"Kami sangat transparan, maka siapa pun bisa melihat. Soal tidak sepakat dengan jumlah 'monggo', tapi kami harus menghadirkan seluruh masyarakat di Jawa Tengah," kata Ganjar di Semarang, Jumat (15/3) malam, dikutip Antara.

Menurut Ganjar, besar kecilnya anggaran kegiatan itu bersifat relatif. Ganjar memastikan acara itu bakal dihadiri sekitar 130 ribu orang yang berasal dari 35 kabupaten/kota.

[Gambas:Video CNN] (agn/pmg)