Takut Paparazi, Scarlett Johansson Ingat Tragedi Putri Diana

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 17:25 WIB
Takut Paparazi, Scarlett Johansson Ingat Tragedi Putri Diana Scarlett Johansson keluhkan ulah para paparazi yang membuatnya ketakutan. (REUTERS/Kevork Djansezian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktris Scarlett Johansson angkat suara setelah dirinya dan para pengawal 'terjebak' dalam kepungan paparazi pada Senin (8/4), selepas Johansson tampil sebagai bintang tamu di program 'Jimmy Kimmel Show' bersama Robert Downey Jr., Chris Hemsworth dan Paul Rudd untuk promo film 'Avengers: Endgame'.

Saat itu, pemeran Black Widow ini sampai merasa perlu mencari keamanan di kantor polisi Hollywood. Perwakilan Johansson mengungkapkan, setelah beberapa saat, sang bintang bisa pulang dengan selamat, meski sambil ketakutan.

Dilansir dari ETOnline, Johansson mengeluarkan pernyataan terbaru terkait peristiwa tersebut.


"Para paparazi secara konsisten terus berusaha keras menguntit dan melecehkan orang yang mereka foto. Bahkan setelah kematian tragis Putri Diana, tidak pernah ada perubahan Undang Undang untuk melindungi target dari paparazi yang tak patuh hukum," kata ibu satu anak itu.


"Banyak paparazi memiliki catatan kriminal di masa lalu mereka dan akan melakukannya lagi untuk mendapatkan foto," lanjutnya.

"Kemarin, setelah meninggalkan Jimmy Kimmel Show, saya diikuti oleh lima mobil penuh lelaki dengan jendela warna hitam, yang melanggar lampu merah dan membahayakan pengendara serta pejalan kaki lainnya. Mereka mengikuti saya untuk mencari tahu tempat tinggal saya dan kemudian menguntit saya dan putri saya," ujar Johansson lagi.

Menurut Johansson, para paparazi itu tak segan melakukan apapun untuk mendapatkan foto dirinya dan putrinya, Rose Dorothy. "Ulah paparazi itu membahayakan hidup orang lain, hanya agar mereka dapat menunggu selama berhari-hari di sebuah lingkungan, dalam mobil yang amat gelap," katanya.

"Mereka mengikuti saya, memotret anak saya dan anak orang lain di tempat aman yang seharusnya terlarang, tetapi tidak. Semuanya itu legal. Setelah insiden kemarin, saya merasa harus mengingatkan siapapun yang dikejar dan dikuntit untuk pergi ke kantor polisi terdekat. Saya menyarankan siapapun dalam situasi yang sama untuk pergi ke polisi," ujar Johansson.


Kemudian, ia kembali menyinggung tragedi kecelakaan yang menimpa Putri Diana dan mengingatkan bahwa orang bisa terluka, bahkan terbunuh, akibat ulah paparazi.

"Para wanita di AS dikuntit, dilecehkan dan ketakutan dan hukum umum untuk para penguntit sudah seharusnya dibicarakan. Sampai paparazi dianggap sebagai penguntit kriminal oleh hukum, semua ini hanya permainan menunggu sampai seseorang terluka atau terbunuh, seperti Putri Diana," kata Johansson.

Tragedi Putri Diana yang mengalami kecelakaan di Paris mengejutkan dunia pada 1997. Saat itu, mobil yang ditumpangi mendiang dikejar oleh banyak paparazi. Princess of Wales disebut meninggal dunia karena luka-lukanya, demikian pula pria yang menemaninya, Dodi Fayed dan sopir Henri Paul.

[Gambas:Video CNN] (rea)