Suara Keadilan bagi Audrey dari Selebriti

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 10/04/2019 15:20 WIB
Suara Keadilan bagi Audrey dari Selebriti Para pesohor juga buka suara atas kasus perundungan hingga penyiksaan yang dialami oleh siswi SMP di Pontianak, Audrey, oleh sekelompok pelajar SMA. ( Istockphoto/funky-data)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para pesohor juga buka suara atas kasus perundungan hingga penyiksaan yang dialami oleh siswi SMP di Pontianak, Audrey, oleh sekelompok pelajar SMA. Ada seleb yang menjenguk Audrey, hingga ikut mengutuk para pelaku.

Vokalis band Seventeen, Ifan mengunggah sebuah foto yang menunjukkan ia menjenguk Audrey di RS Promedika, Pontianak. Ifan pun menitipkan pesan kepada Audrey supaya kuat dan menjadi penguat bagi korban perundungan lainnya.

"InsyaAllah om Ifan bantu buat kakak-kakak yang nakal [para pelaku] ke Audrey, biar mendapatkan hukuman yang seadil-adilnye," kata Ifan.


Ifan juga mengungkapkan bahwa Audrey tak ingin mukanya disamarkan dengan tujuan menunjukkan bahwa gadis itu kuat menghadapi cobaan yang menimpanya.

[Gambas:Instagram]

Bukan cuma Ifan yang mengunjungi Audrey. Seleb media sosial, Awkarin juga mengungkapkan dirinya berencana menjenguk Audrey di rumah sakit. Hal itu ia ungkap dalam unggahan Story di akun Instagram miliknya.

"Doakan ya, jika diberi kesempatan dan waktu, aku akan ke Pontianak. Memperjuangkan hak Audrey dan hak asasi wanita," kata Awkarin.


Aktris Hannah Alrashid turut berkomentar soal kasus Audrey. Melalui unggahan Story di Instagram, Hannah ikut mengunggah tuntutan kepada pemerintah dan pihak kepolisian dalam menyelesaikan kasus Audrey.

"Menuntut negara hadir memenuhi hak pemulihan bagi Audrey. Menuntut kepolisian mengadili pelaku sesuai hukum berlaku, melakukan rehabilitasi sebagai individu di bawah umur agar tak melakukan kekerasan lagi di kemudian hari," tulis pernyataan itu.

"Menuntut masyarakat untuk berhenti memandang perundungan pada remaja sebagai hal yang biasa-biasa saja. Perundungan adalah bagian dari rantai kekerasan dalam sunyi. Jangan diam. Segera putus rantai kekerasan sebelum lebih banyak lagi Audrey yang lainnya," lanjut pernyataan tersebut.

Emosi tak bisa ditahan oleh musisi Jerinx 'Superman Is Dead' yang melihat unggahan video para pelaku perundungan terhadap Audrey yang tak menunjukkan rasa bersalah saat dibawa ke kantor polisi. Jerinx pun menyumpah para pelaku tersebut dalam unggahan tersebut.

"Ignorant spoilt brats will burn!" kata Jerinx.



Penyanyi Anggun pun ikut berkomentar dan mengunggah foto dukungan untuk Audrey. Anggun mengatakan masyarakat kini mesti belajar berempati dan tidak menganggap keberingasan remaja sebagai hal yang normal.

"Sudah saatnya kita belajar tentang empati. Para pelaku masih remaja tapi keberingasan mereka menunjukkan bahwa kejahatan yang dibiarkan akan dianggap normal. Semoga hukum di Indonesia akan memberi keadilan untuk Audrey dan hukuman terhadap para pelaku, siapapun mereka," kata Anggun.

[Gambas:Instagram]


Pesohor sekaligus aktivis sosial dan lingkungan Melanie Subono juga ikut bersuara. Namun tak seperti kebanyakan netizen yang mengunggah poster bertuliskan #JusticeforAudrey, Melanie justru menyatakan pendapat yang berbeda.

Menurut Melanie, kasus perundungan yang terjadi pada Audrey juga terjadi dalam keseharian dan di lingkungan terdekat. Justru, kampanye anti perundungan menurut Melanie adalah hal yang mesti dilakukan saat ini alih-alih sekadar unggah poster.

"Tidak posting poster yang sama bukan berarti tidak mengawal kasus .... Sementara waktu, sudahkah kalian STOP bullying di tetangga kalian? atau masihkah kalian terlibat produksi sinetron dll yang juga nayangin Bully?? Pernah di bayangkan rasanya jadi Audrey yang jadi tontonan sekarang ini?" kata Melanie.

[Gambas:Instagram]

Audrey dikeroyok oleh tiga siswi SMA yang dibantu oleh sembilan siswi lainnya dari berbagai sekolah di Pontianak karena masalah asmara dan saling komentar di media sosial.

Para pelaku menjemput Audrey di rumahnya pada 29 Maret lalu. Korban kemudian di bawa ke Jalan Sulawesi dan dianiaya di sana. Korban kembali dianiaya di Taman Akcaya.

Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, Eka Nurhayati Ishak mengatakan berdasarkan aduan dari korban yang didampingi langsung oleh ibunya, korban mengalami kekerasan fisik dan psikis, seperti ditendang, dipukul, diseret sampai kepalanya dibenturkan ke aspal.

"Dari pengakuan korban, pelaku utama penganiayaan ada tiga orang, sedangkan sembilan orang lainnya hanya sebagai penonton," kata Nurhayati seperti dilansir Antara.

[Gambas:Video CNN] (end)