Rencana Mus Mulyadi ke Malang Bareng Waldjinah Pupus

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 15:27 WIB
Rencana Mus Mulyadi ke Malang Bareng Waldjinah Pupus Waldjinah mengenang Mus Mulyadi. (Dok. Waldjinah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mus Mulyadi seharusnya pergi bersama kawannya sesama musisi keroncongWaldjinah dalam waktu dekat. Namun rencana itu pupus karena Mus meninggal dunia, Kamis (11/4) pagi ini.

"Saya sangat kehilangan teman akrab saya, seharusnya saya mau ke Malang dengan dia, tapi Tuhan berkata lain. Saya sedih sekali dan berduka kehilangan beliau," ucap Waldjinah sembari terseguk menahan tangis saat dihubungi CNNIndonesia.com via telepon.

Waldjinah dan Mus berencana ke Malang untuk menghadiri acara peluncuran Museum Musik Dunia di Jatim Park. Keduanya diundang sebagai wakil dari musisi keroncong yang mendapatkan apresiasi dari museum tersebut. Satu lainnya yakni musisi legendaris Gesang.



Waldjinah awalnya berharap bisa reuni dengan Mus di Malang. Mereka sudah lama tak bertemu. Terakhir adalah tiga tahun silam, keduanya bertemu dalam sebuah acara di Jakarta.

"Terakhir itu ketemu dia saat ke Jakarta untuk menerima penghargaan dari Yayasan Cipta Budaya, itu sudah Desember 2016 lalu," tambahnya.

Meski angannya untuk kembali berjumpa pupus, Waldjinah masih menyimpan segala kenangan dengan sang 'Buaya Keroncong' asal Surabaya. Pelantun Caping Gunung itu mengenang, pertemuan pertamanya dengan Mus terjadi sekitar akhir 1970.


Saat itu, keduanya sama-sama diundang untuk menyanyi ke Suriname.

"Dia [Mus] itu orangnya humoris, dan yang paling berkesan untuk saya itu saat acara Solo Keroncong Festival pada 2010. Kala itu dia sudah mengalami kebutaan, kami bernyanyi bersama tapi dia masih saja melucu," katanya.

"Dia juga senang panggil saya 'Mbakyu,'" Waldjinah bercerita.

Waldjinah juga masih ingat kolaborasinya dengan Mus, menyanyikan Panglingo Wonge. Lagu itu bercerita tentang seseorang yang mengenali suara seorang lain, tapi tidak orangnya.
"Yang jelas, kita kehilangan salah satu maestro keroncong tanah air. Semakin berkurang tapi bukan berarti berhenti seperti keyakinan beliau, jangan takut untuk memainkan musik keroncong dengan ciri khas sendiri," ujar Waldjinah berpesan.

Ia bercerita lagi tentang Mus, "Dengan cengkoknya sendiri bisa meraih kesuksesan."

Mus Mulyadi bersama Waldjinah.Mus Mulyadi bersama Waldjinah. (Dok. Waldjinah)
(agn/rsa)