Lagu-lagu Ikonis Warisan Mus Mulyadi

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 13:23 WIB
Lagu-lagu Ikonis Warisan Mus Mulyadi Mus Mulyadi mempunyai rekam jejak panjang di dunia musik Indonesia. (CNN Indonesia/Resty Armenia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mus Mulyadi meninggal dunia pada Kamis (11/4) pagi ini setelah puluhan tahun mengidap penyakit diabetes. Namun karya-karya yang ditinggalkannya akan terus melekat sebagai sebuah warisan musik Indonesia.

Selama berkarier sejak tahun 1960-an, Mus dikenal telah menghasilkan sejumlah lagu-lagu hit keroncong termasuk Rek Ayo Rek yang telah jadi kebanggaan tersendiri untuk masyarakat Surabaya. Perjalanan panjang sebagai musisi telah mengantarnya ke banyak negara, termasuk melestarikan keroncong sampai ke Belanda dan AS. Berikut lagu-lagu hit milik Mus Mulyadi.


Rek Ayo Rek


Lagu ini dibuatkan rekan Mus Mulyadi dalam band Favourite Group, Is Haryanto setelah ia ditawari membuat album solo pada akhir 1970-an. Lagu itu kemudian meledak di pasaran dan kini telah melekat dengan kota kelahirannya, Surabaya, layaknya Bandung dengan lagu Halo Halo Bandung.

Kepopuleran lagu itu pun sampai dinyanyikan ulang oleh penyanyi campursari Didi Kempot.

[Gambas:Youtube]

Kr. Dewi Murni

Selepas sukses dengan Rek Ayo Rek, Mus Mulyadi mencoba menyanyikan lagu bergenre keroncong pop. Lagu pertamanya yakni Kr. Dewi Murni, di mana turut menjadi titik awal dirinya kemudian dijuluki sebagai 'Buaya Keroncong.'

[Gambas:Youtube]


Jembatan Merah

Lagu yang diciptakan musisi legenda Gesang ini menggambarkan kisah perpisahan seorang wanita yang melepas pria pujaan hatinya untuk berjuang di medan pertempuran Surabaya. Saat itu, pria dan wanita sudah bahu-membahu berjuang melawan penjajah demi terciptanya Indonesia merdeka. Tak diketahui secara pasti kapan lagu ini dirilis.

[Gambas:Youtube]

Selain tiga lagu di atas, Mus diketahui menyanyikan banyak lagu yang pada akhirnya menjadi semacam 'lagu rakyat' seperti halnya 'Rek Ayo Rek' dan 'Jembatan Merah'. Ia pernah pula berkolaborasi dengan penyanyi Ida Laila dan populer antara lain karena lagu-lagunya banyak yang berbahasa Jawa. 


Tiga tahun lalu, sebuah konser amal yang ditujukan untuk menghormati Mus Mulyadi digelar dengan tajuk 'Malam Budaya Keroncong Charity, Tribute to Mus Mulyadi'. Saat itu, Mus mengaku sangat senang dengan konser yang diramaikan oleh adiknya Mus Mujiono, Sundari Soekotjo, Didi Kempot, Irene Mus Mulyadi, Intan Soekotjo, dan Sruti Respati. Sementara, Keroncong Ferindo, Keroncong Tugu, Bonauli VG, dan Audiensi Orchestra menjadi pengiring.

"Hati saya ini, kalau dulu seperti kembang yang layu dan tidak pernah disiram, tapi setelah mendapat kabar akan ada tribute ini, saya langsung mekar kembali. Orang yang sudah mati, hidup kembali," ujar Mus saat itu dengan antusias.

Dalam konser tersebut, Mus menyanyikan enam lagu. Satu lagu dibawakannya berkolaborasi dengan sang istri, Helen Sparingga. 
(agn/rea)