Penonton 'Game of Thrones' Musim 8 Episode 1 Pecahkan Rekor

Reuters, CNN Indonesia | Selasa, 16/04/2019 13:53 WIB
Penonton 'Game of Thrones' Musim 8 Episode 1 Pecahkan Rekor 'Game of Thrones' musim 8 sudah memecahkan rekor dari episode 1. (Dok. HBO/Helen Sloan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Episode pertama Game of Thrones musim 8 langsung memecahkan rekor. Kelanjutan kisah Jon Snow cs itu ditonton 17,4 juta orang di Amerika Serikat saja, menurut catatan HBO.

HBO mengatakan pada Senin (15/4), angka itu merupakan total penonton konvensional di HBO maupun platform streaming HBO GO dan HBO NOW.

Sebelumnya rekor penonton terbanyak Game of Thrones adalah untuk episode ketujuh musim 7. Episode terakhir yang menceritakan tentang ancaman Night King yang sudah makin nyata bagi penduduk benua Westeros itu ditonton 16,9 juta orang di Amerika.



Itu belum termasuk jumlah penonton dari negara lain.

Meski terbilang fantastis, angka itu masih jauh dari jumlah penonton NFL Super Bowl, yakni 100 juta orang. Penganugerahan Piala Oscar 2019 juga ditonton 29,6 juta penduduk AS.

Episode pertama Game of Thrones musim 8 tayang pada Minggu (14/4) pukul 8 malam waktu AS, atau Senin (15/4) pukul 8 pagi waktu Indonesia.


Kemarin, episode itu juga langsung menjadi yang paling banyak dicuitkan di Twitter. Tercatat ada lebih dari 5 juta kicauan dan 11 juta mentions tentang itu. Bahkan Game of Thrones musim 8 'menyapu bersih' 10 besar trending topic di Twitter.

Topik yang paling banyak dikicaukan adalah saat Jon Snow (diperankan Kit Harington) mengetahui siapa orang tuanya yang sesungguhnya.

Game of Thrones mengisahkan tujuh kerajaan di Westeros yang memperebutkan Iron Throne. Namun kini ada ancaman dari luar yang bukan tidak mungkin memusnahkan seluruh penduduk Westeros, yakni Night King dan White Walkers.

[Gambas:Video CNN]

Serial populer yang pertama tayang di HBO pada 2011 itu bisa ditonton dari 150 negara di dunia. Namun, mengutip Reuters, HBO menuturkan bahwa tidak mudah mengumpulkan jumlah penonton dari beberapa negara, sehingga tidak mungkin menghitung angka penonton global. (rsa)