WSATCC 'Diam-diam' Ramu Album Baru

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 01/05/2019 21:34 WIB
WSATCC 'Diam-diam' Ramu Album Baru White Shoes and The Couples Company menyiapkan album baru. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ke mana White Shoes and The Couples Company?

Jika pertanyaan itu menggelayut di benak Anda sebagai penggemar band yang mengusung musik khas 1940-1970-an itu, Anda tak sendiri. Sejak peluncuran mini album Menyanyikan Lagu2 Daerah pada 2013 silam, White Shoes and The Couples Company (WSATCC) seakan 'hibernasi.'

Akan tetapi, di balik sepinya kabar mengenai band yang diawaki oleh Aprilia Apsari (vokal), Rio Farabi (gitar akustik, vokal), Saleh Husein (gitar, vokal), Ricky Surya Virgana (bass, vokal), Aprimela Prawidyanti (piano, biola) dan John Navid (drum) ini, rupanya mereka sedang meramu album baru.


"Belum bisa kasih tanggal pasti karena masih dalam proses. Ide dan jumlah lagu semua sudah selesai. Ini lebih ke teknis. Kami baru rekam demo, mengumpulkan dulu sampai full, kira-kira ada instrumen yang perlu ditambah atau tidak, kalau sudah jelas, lalu rekaman di studio," jelas Sari pada CNNIndonesia.com.
Sepi tanpa kabar bukan berarti WSATCC tidak melakukan apa pun. Tur luar kota masih dilakoni dalam rangka memenuhi panggilan manggung.

Album baru memang tampaknya harus mengalah dulu dengan Sari yang mengambil cuti hamil dan melahirkan selama setahun, juga personel lain yang berkecimpung di bidang lain di luar band termasuk Ricky yang menjadi produser musik dan John yang sibuk mengajar musik.

Menurut Sari, ini jadi kesempatan yang baik bagi personel band untuk mendalami apa yang mereka sukai.

"Kami suka dua-duanya, WSATCC suka dan masing-masing dari kami punya kesukaan. Ini kesempatan yang baik daripada enggak ngapa-ngapain. Fokus ke bidang masing-masing, kalau ketemu sudah segar kembali," ujar dia.


Berjalan lewat jalur indie membuat mereka bisa mengatur ritme kerja dan proses penciptaan karya secara mandiri. Ini pula yang membuat WSATCC tidak memaksakan diri untuk memeras keringat demi mengejar rampungnya album baru.

Santai saja

Sebagian pelaku musik memilih mengisi kegiatan dengan menciptakan konten di media sosial sebagai salah satu strategi menjaga eksistensi. Band yang terbentuk pada 2002 ini tidak tergoda untuk melakukan hal 'kekinian' itu.

"Kalau kami lebih ke project yang berhubungan dengan musik kesukaan kami. Skalanya pun lebih serius misal pameran foto yang sesuai dengan albumnya (pameran foto Vakansi), kolaborasi dengan Eko Nugroho untuk pameran, membuat buku, merilis komik berdasarkan lirik lagu kami yang disebar ke beberapa seniman untuk diiinterpretasi," kata Ricky.

Diakui Ricky strategi ini masih akan dilakukan tetapi tentu dengan ide berbeda. WSATCC tak pernah melakukan sesuatu yang sama dan perlakuan ini pula diterapkan pada album.


Apalagi band terus bertumbuh. Semua personel mengalami fase hidup berbeda sehingga ini pun berpengaruh pada karya.

"Sekarang lagi rame gini nih, tapi..oh sudah keramean, kita harus yang beda," kata John yang duduk di samping Ricky.

Sari memberikan perumpamaan musim hujan. Di saat orang beramai-ramai keluar dengan payung, mereka memilih untuk tetap tinggal di rumah, berlindung dari hujan. Kemudian saat hujan reda dan matahari kembali muncul, di situlah mereka bisa keluar.

"Orang sedang berlomba promo, secara marketing memformulakan promosi di media sosial, [kalau kami ikut malah] enggak akan terlihat. Jadi santai saja dulu," kata Sari.

White Shoes and The Couples Company santai merilis album baru.White Shoes and The Couples Company santai merilis album baru. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Ricky pun mengingatkan bahwa lagu-lagu atau single yang sempat keluar pascamini album terakhir tak akan masuk ke dalam album baru mereka nanti. Terdapat beberapa single termasuk Suburbia, project bersama Titi Mangsa Foundation hingga proyek bersama musisi Chandra Darusman yang jika dikumpulkan sebenarnya bisa jadi satu album.

Akan tetapi, Ricky menganggap perlakuan album seharusnya tidak mengambil 'tabungan' lagu-lagu kemarin, melainkan membuat karya yang segar dan baru.

Bagi mereka, merilis album bukan seperti waktu pernikahan. Mereka enggan menyebutkan waktu bahkan perkiraan tahun sekali pun. "Penggemar enggak menunggu antusias enggak apa-apa, nikmati saja dulu yang disuguhkan teman-teman lain," ujarnya disusul senyum. (els/rsa)