Music at Newsroom

'Terbius' Senandung Lawas Deredia, NonaRia dan WSATCC

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 30/04/2019 13:12 WIB
'Terbius' Senandung Lawas Deredia, NonaRia dan WSATCC Deredia tampil di Music at Newsroom CNNIndonesia.com edisi spesial. (Screenshot via instagram (@derediamusic))
Jakarta, CNN Indonesia -- Mengenakan blus oranye dan rok berpotongan A-line kuning cerah membuat Louise M. Sitanggang cukup mencuri perhatian hari itu, Rabu (24/4).

Pengunjung TSM Cibubur, tempat ia pentas bersama NonaRia dan White Shoes and the Couples Company untuk acara off air Music at Newsroom CNNIndonesia.com, disapanya dengan riang.

Mereka juga dimanjakan musik era 1950-an yang dibawakan Louise bersama teman-teman se-band-nya, Yosua Simanjuntak (gitar), Papa Ical (bas), Raynhard Lewis Pasaribu (piano) dan Aryo Wicaksono (drum). Pilihan yang cukup unik mengingat pasar Indonesia sedang terbuai dengan musik populer dan Korean popular (K-pop). Namun itu sudah jadi pilihan Deredia.



Itu berawal dari kegelisahan pada penggawa band, terutama Yosua yang masih menjadi coproduser musisi Vicky Sianipar.

"Kami sebagai orang belakang layar [berpikir], kok dunia musik Indonesia ini dimulai dari tahun 1960-an ya? Padahal kan ada era sebelum 1960-an. Justru di era 1950-an musik pertama kali berkembang. Jadi kami melihat, 'Oh ini ada celah,'" ujar Yosua pada CNNIndonesia.com.

Kegelisahan itu ditindaklanjuti dengan inisiatif pembentukan band pada 2014.

Rasa bosan pada musik populer membawa konsekuensi pada kebutuhan vokalis yang harus spesifik. Setahun kemudian, mereka menemukan Louise.


Berawal dari kerjasama dengan Raynhard pada 2014, Loiuse ditarik sebagai vokalis pada 2015. Nama Deredia kemudian diusulkan secara impulsif oleh Papa Ical yang disetujui seluruh awak band. Deredia berasal dari bahasa Flores yang berarti nyanyian yang indah.

"Kalau cari di Google, hanya ada satu orang yang bernama Deredia dan satu kota. Kalau sekarang 'search' ada tiga, ada band Indonesia," kata Louise disusul tawa.

Kehadiran Louise bukan sekadar pengisi kekosongan vokalis semata. Dia ibarat dewi penolong yang membantu Yosua dkk membuat lirik lagu di album mereka.

Workshop pembuatan lagu-lagu Deredia terbilang unik. Louise bercerita mereka selalu berkumpul di studio, nge-jam bersama, mencari ide tetapi tidak langsung mencari lirik.


Louise pun memberikan contoh bagaimana awal lagu terbentuk. Ia hanya mendendangkan suku kata dengan nada. "Ne bak ke ti na man me nari ba ke ti na su ra mi na li ta em."

"Nadanya yang penting ada dulu, sama kosakata hampir terbentuk, dari situ, lagu jadi baru lirik. Jadi lirik berdasarkan melodi," jelas dia.

Yosua menambahkan di Studio Palu, studio rekaman milik Pay, itu disebut dengan 'bahasa nyamuk.' Bahasa itu sebenarnya sudah ada sejak studi berdiri pada 2000 silam. Gaya penciptaan lagu di sana memang tak pernah berawal dari lirik.

Dari 'bahasa nyamuk,' terciptalah album pertama Bunga & Miles hanya dalam enam bulan. Liriknya bukan luapan perasaan, melainkan cerita yang terinspirasi dari kejadian.


"Misal, kejadian laki-laki Belanda yang jatuh cinta pada perempuan Indonesia. Lalu mereka harus berpisah. Cerita misalnya bisa diambil dari kasus itu," jelas Yosua.

"Kami ambil yang masih relate. Kalau cinta ya mau dari 1800 ya masih relate aja sampai tahun sekarang," timpal Louise.

Selain Deredia, NonaRia juga unjuk gigi hari itu, membawakan lagu-lagu dari album baru mereka yang bertajuk Jadi Wanita. Kalau di album sebelumnya lirik lagu NonaRia selalu tentang hal remeh dari kehidupan sehari-hari, kali ini mereka lebih mengeksplorasi wanita.

Bahkan ada lagu tentang pelecehan seksual.

[Gambas:Instagram]

White Shoes and The Couples tak ketinggalan mendapat sambutan meriah di hari yang sama. Seperti sebelum-sebelumnya, mereka masih membawakan lagu dengan konsep jadul dengan alunan melenakan. Tak ayal, TSM Cibubur terasa lebih nyaman dan sejuk dengan kehadiran mereka.

Penampilan Deredia, NonaRia dan White shoes and The Couples Company bisa disaksikan ulang secara streaming di Music at Newsroom CNNIndonesia.com hari ini, Selasa (30/4) pukul 14.00 hingga 15.00 WIB. Selamat ikut bersenandung dengan bintang tamu pilihan edisi spesial! (els/rsa)