Jerinx 'SID' Kecam Aksi 22 Mei, Doakan Jakarta

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 22/05/2019 10:16 WIB
Jerinx 'SID' Kecam Aksi 22 Mei, Doakan Jakarta Jerinx 'SID' angkat suara untuk aksi 22 Mei di Jakarta. (CNN Indonesia/Donatus Fernanda Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musisi Jerinx ikut geram melihat kerusuhan 22 Mei yang terjadi sejak dini hari tadi. Drummer Superman Is Dead itu menyampaikan pendapatnya lewat Twitter.

"Perusuh Mei, playing victim, drama agama demi simpati para kerdil nan delusi. Siapa pun presidennya, kita kan selalu dalam bara selama Prabowo bebas & FPI dipelihara," tulis Jerinx lewat akun twitter @JRX_SID.

Pemilik nama asli I Gede Ari Astina itu sebenarnya tidak ikut terkena imbas bentrokan di beberapa titik di Jakarta, lantaran ia berdomisili di Bali. Ia pun mendoakan agar masyarakat di Jakarta tetap dalam kondisi aman.



"Mari doakan yang terbaik tuk orang-orang baik di Jakarta. Merekalah mayoritas sejati wajah Indonesia yang sebenarnya."

Usai mengunggah kicauan itu, Jerinx me-retweet kicauan sutradara Joko Anwar dan Denny Siregar, yang keduanya juga bicara soal kerusuhan 22 Mei. Belum berhenti sampai disitu, Jerinx masih berkicau. Namun pada kicauan terbaru ia hanya menyertakaan sejumlah tagar.

"#TangkapPrabowo #BubarkanFPI #PindahkanIbuKota #JokowiJanganMauDiaturMega #NegaraKesatuanInvestorIndonesia #BaliTolakReklamasiTelukBenoa #BatalkanPerpres51th2014," tulis Jerinx.





Massa berkumpul di depan kantor Bawaslu sejak Selasa (21/5) malam. Berhadapan dengan aparat, mereka kemudian membubarkan diri dengan tertib. Namun ada beberapa provokator yang membuat suasana kemudian menjadi ricuh, dan massa 'terlempar' ke titik-titik lain.

Di kawasan Tanah Abang yang berdekatan dengan kantor Bawaslu, bentrok terjadi. Dini hari tadi, selama lebih kurang satu jam bentrok berlangsung sengit. Di kawasan perbelanjaan terbesar di Jakarta tersebut sempat terlihat kepulan asap dari benda yang dibakar massa.

Pagi ini, Rabu (22/5) massa kembali mendatangi Bawaslu di Thamrin. Saling serang antara aparat keamanan dan massa juga terjadi di kawasan Polsek Gambir. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut bentrok kali ini sudah menewaskan 6 orang.

(adp/rsa)