Sherina Munaf Kirim Pesan kepada Perusuh Aksi 22 Mei

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 22/05/2019 15:06 WIB
Sherina Munaf Kirim Pesan kepada Perusuh Aksi 22 Mei Sherina Munaf mengunggah cuitan bernada mengingatkan terhadap aksi kerusuhan 22 Mei di akun Twitter-nya. (CNNIndonesia/Aghniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyanyi sekaligus aktris Sinna Sherina Munaf ikut memperhatikan kerusuhan 22 Mei. Kerusuhan tersebut merupakan buntut dari aksi di sekitar kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) yang berlangsung sejak Selasa (21/5) siang kemarin.

Sherina memberikan pendapat tentang kerusuhan 22 Mei melalui Twitter. Ia mengunggah dua kicauan, satu dalam bahasa Inggris dan satu lagi dalam bahasa Indonesia.

"Terlepas dari pandangan politik. Kepada yang berbuat keributan, merusak infrastruktur, dan melukai saudara satu negara, terlebih lagi di bulan suci yang seharusnya berjalan damai. Kisah masam inikah yang kalian ingin sejarah kenang? Sejarah mencatat," tulis Sherina lewat akun @sherinasinna.





Kicauan Sherina mendapat cukup banyak respons dari pengikutnya. Sampai saat ini unggahan itu telah dikomentari 62 kali, dikicaukan ulang 2,5 kali dan disukai 1,8 ribu akun.

Sebelumnya, massa di sekitar kantor Bawaslu membubarkan diri dengan tertib usai mendapat imbauan dari aparat keamanan usai pelaksanaan salat tarawih pada Selasa (21/5) malam. Situasi masih terkendali kendati sempat ada provokasi oknum dengan melempar benda keras ke polisi.

Sekitar Rabu (22/5) pukul 02.00 WIB, massa masih melakukan perlawanan. Selama lebih kurang satu jam bentrok berlangsung sengit, polisi pun kemudian juga menggunakan mercon.

Kerusuhan terus berlangsung hingga pagi hari di sejumlah titik di Jakarta. Beberapa di antaranya adalah Tanah Abang, Petamburan, Slipi, Thamrin dan Sarinah.


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut bentrok kali ini sudah menewaskan setidaknya 6 orang. Ia mengatakan pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menanggung semua biaya kesehatan korban kerusuhan aksi 22 Mei.

Kementerian Komunikasi dan Informatika akan melakukan pembatasan fitur media sosial dan pesan instan untuk sementara. Pengguna media sosial dan pesan instan tidak bisa mengirim dan menerima video dan foto untuk sementara waktu.

Keputusan ini pemerintah ambil untuk menekan hoaks karena aksi demo 22 Mei.Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan pembatasan ini dilakukan untuk mengurangi posting hoaks yang beredar.

[Gambas:Video CNN] (adp/rea)