Music at Newsroom

Buah Manis Jadi Tuli untuk Pamungkas

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 24/05/2019 21:47 WIB
Buah Manis Jadi Tuli untuk Pamungkas Pamungkas mengalami perjalanan unik sampai berhasil merilis album 'Walk The Talk' pada 2018. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rizky Pamungkas tidak pernah meminta dilahirkan dengan usus pendek sehingga harus cangkok. Ia sempat menerima asupan makan lewat selang infus yang menyebabkan terlalu banyak tekanan dalam tubuh, sampai akhirnya telinganya mengalami gangguan. Yang kanan setengah tuli dan telinga kiri tuli total.

Kedua orang tua dan kedua abangnya merahasiakan kondisi Pam, sapaan karib Pamungkas itu. Ibunya yang merupakan seorang psikolog hanya meminta Pam les alat musik drum pada usia 8 tahun. Dengan tujuan kondisi telinga Pam bisa pulih karena suara instrumen sangat kencang.

Pam hanya mengikuti les drum selama satu tahun karena baginya proses belajar terasa lama. Ia kemudian beralih memainkan piano dan gitar secara otodidak. Sebenarnya, ia sempat les gitar meski hanya bertahan satu bulan.


Secara tidak langsung, instrumen musik membantu kepekaan dan pemulihan telinga Pam. Telinga kanan yang awalnya setengah tuli sembuh sama sekali, sementara telinga kiri yang tuli total menjadi setengah tuli. Hingga saat ini kedua telinganya bisa mendengar dengan baik. 


"Gue baru tahu soal ini umur 18 tahun pada 2011. Waktu itu main di Ambon Jazz, setelah setengah jam turun dari pesawat dengung di telinga sebelah kiri enggak hilang. Dokter bilang ada sesuatu yang menyumbat telinga pecah karena tekanan udara," kata Pam saat berkunjung ke kantor CNNIndonesia.com.

Pam melanjutkan, "Baru tahu kalau ternyata ada konspirasi dari hidup gua selama ini. Sejak Ambon Jazz itu telinga gue normal sampai hari ini. Tapi justru ada masalah bagi gue, karena jadi terlalu sensitif. Sedianya telinga tuli tiba-tiba bisa dengar segalanya."

Musisi berusia 26 tahun ini mengingat ia tidak pernah bermasalah memainkan alat musik sejak kecil, ketika masih setengah tuli. Termasuk saat ia belajar menjadi produser bersama Hari Budiman yang pernah memproduseri band Element. Kala itu ia terjun langsung di studio rekaman.

Di studio, kata Pam, ia memulai semuanya dari bawah. Mulai dari membuat kopi, membelikan rokok, menggulung kabel dan menjadi operator rekaman. Kemudian naik dengan mengisi gitar untuk rekaman, menjadi co produser dan akhirnya produser.

Pamungkas memulai karier bermusik sebagai pembuat kopi di studio rekaman. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

Kemudian saat masih duduk di kelas 4 Sekolah Dasar pada tahun 2002 ia sempat ikut tur sejumlah band bersama ayahnya yang memiliki manajemen artis bernama Oxygen Entertainment. Ia pernah pula menjadi kru grup musik Tangga.

Ia juga tergabung sebagai gitaris dan penyanyi latar dalam sebuah band bernama Potenzio. Band itu berisikan dua kakak kandung dan satu sepupu Pam, hanya satu yang bukan anggota keluarga. Potenzio merilis album perdana bertajuk 'Jingga' pada 2009

"Selama itu gua enggak tahu kalau tuli. Waktu kecil musik jadi cita-cita, mau manggung di mana. Dewasa sedikit pengin rekaman, bikin album dan bikin lagu yang bagus. Sampai akhirnya musik menjadi sebuah media," kata Pamungkas.

Saat ini Pamungkas telah merilis album perdana bertajuk 'Walk The Talk' pada 2018 lalu. Ia mulai memutuskan bersolo karier pada 2014 karena personel Potenzio yang lain tak ingin tampil di media. Padahal sampai saat ini, band pengiring Pam masih dihuni personel Potenzio.


Dapat dikatakan perjalanan solo karier Pam berjalan perlahan tapi pasti. Sejak 2012 ia sudah menulis lagu, seperti I Love But I'm Letting Go, We'll Carry On dan Bambina. Pada 2014, Bottle Me Your Tears jadi karyanya.

"Memang udah banyak stok lagu. Ada beberapa yang bahasa Indonesia, tapi bagi gue pribadi menulis lirik bahasa Indonesia lebih sulit karena bahasanya lebih kaya dan satu kata banyak arti. Menulis tidak mudah, apalagi menyanyikan," kata Pam.

Pam benar-benar fokus mengerjakan 'Walk The Talk' pada Januari 2018. Tiga bulan mengurung diri di dalam kamar, album tersebut akhirnya rampung, dirilis pada April 2018.

Sebanyak 16 lagu dalam Walk The Talk ditulis dalam bahasa Inggris. Bila diperhatikan lirik-lirik lagu Pam sangat dalam, ia mengaku banyak mendapat inspirasi menulis lirik dari The Beatles, Bob Dylan, Chet Baker dan Float. Setidaknya lagu I Love You But I'm Letting Go, One Only dan Sorry berhasil menjadi hit.

[Gambas:Youtube]

Walk The Talk diproduseri sendiri oleh Pamungkas. Awalnya ingin membuat album pop, pada akhirnya ia beralih ke elektronik pop. Unsur elektronik sangat kental dalam album tersebut, beberapa vokal Pam juga terdengar dipoles dengan efek.

"Sebagai musisi gua ingin membuat musik yang listenable. Mudah untuk bikin yang susah didengar, tapi tidak mudah untuk bikin yang listenable, menurut gua itu tantangan tersulit sebagai musisi," kata Pam.

Musik elektronik pop Pamungkas bisa disaksikan secara streaming dalam acara Music At Newsroom CNNIndonesia.com, Selasa (29/5) pukul 14.00 sampai 15.00 WIB. (adp/rea)