FOTO: Di Balik Sorak Sorai 'Alay' Penonton Bayaran

CNN Indonesia/Bisma Septalisma, CNN Indonesia | Minggu, 26/05/2019 10:59 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Kisah di balik mereka yang selalu memeriahkan acara dengan dandanan, sorak-sorai dan kehebohan yang kerap dianggap 'alay'.

Suksesnya sebuah program acara televisi tidak luput dari berbagai macam aspek pendukung. Salah satunya adalah penonton, baik yang di rumah maupun yang bersorak sorai di dalam studio, sama-sama memiliki andil menaikkan rating sebuah program acara. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Di dalam dunia pertelevisian, penonton yang hadir di studio berfungsi sebagai grup ’pemandu sorak’ yang bertugas bertepuk tangan serta meriuhkan suasana studio agar terlihat meriah. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Kini, para penonton tersebut tidak hanya menjadi pelengkap acara saja, namun sebagian program acara televisi telah menjadikan para penonton ini sebagai konten acara baik menjadi penampil ataupun sebagai peserta kuis. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Sebelum bisa tampil di depan layar televisi, biasanya para penonton ini diajak dan dikumpulkan oleh seorang koordinator lapangan atau korlap, yang langsung terkoneksi dengan agensi. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Dari korlap inilah kemudian para penonton didata kehadirannya sebagai tanda bukti serta absensi untuk mendapatkan honor di akhir sesi program acara. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Para penonton bayaran ini berasal dari berbagai daerah, baik dari Jakarta maupun dari luar Jakarta. Jika sebuah program memiliki rating yang bagus, ada juga penonton yang hadir karena keinginan sendiri tanpa perlu lewat undangan agensi. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Cerdian, 26 tahun, seorang penonton yang berasal dari daerah Tiga Raksa, Tangerang. Dia rela datang jauh-jauh dari rumah karena ingin menyaksikan langsung salah satu program acara televisi favoritnya. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Biasanya penonton bayaran tersebut mendapatkan upah sebesar Rp25 ribu sampai Rp60 ribu dalam sebuah program acara televisi, tergantung durasi dan jumlah tapping. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Penonton bayaran yang kerap dianggap 'alay' ini juga menyiapkan aksesoris unik untuk digunakan saat acara berlangsung. Hal ini bertujuan agar mereka menjadi sorotan para pemandu acara. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Penonton terunik biasanya dipanggil ke atas panggung untuk mengikuti kuis yang diadakan oleh tim kreatif acara tersebut. Nantinya si pemenangn akan mendapatkan hadiah tambahan berupa uang ataupun produk. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Ahmad, 60 tahun (tengah), beserta istrinya, Siti, 48 tahun (kanan) mengaku sudah menjadi penonton bayaran sejak 2015. Bahkan mereka sempat menjadi pemain figuran di beberapa film dan sinetron. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Dalam setiap penampilan, selain bertepuk tangan dan bersorak, penonton bayaran juga dituntut untuk aktif di depan kamera. Ikut bernyanyi, berjoget, bahkan melontarkan candaan menjadi cara agar program terlihat lebih meriah. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Belakangan, profesi penonton bayaran mulai digandrungi oleh masyarakat. Selain pendapatan yang lumayan besar, profesi ini seolah tidak menuntut keahlian khusus. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Elly Sugigi misalnya, meniti karier sebagai penonton bayaran. Karena keuletannya, kini ia berprofesi menjadi artis merangkap agen penonton bayaran untuk acara televisi. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)