Jadi Saksi Kasus Pembunuhan, Ashton Kutcher Mengaku Ketakutan

Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 30/05/2019 19:26 WIB
Jadi Saksi Kasus Pembunuhan, Ashton Kutcher Mengaku Ketakutan Ashton Kutcher menjadi saksi di kasus pembunuhan seorang gadis yang pernah dikencaninya. (Reuters/Mario Anzuoni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ashton Kutcher dipanggil ke pengadilan Los Angeles, Rabu (29/5). Itu berhubungan dengan kematian seorang perempuan muda yang pernah dikencaninya.

Kutcher diminta bersaksi soal pembunuhan perempuan yang terjadi akhir Februari 2001 itu.

Sang suami Mila Kunis pun mengaku ketakutan saat tahu ada kasus itu.



Menurut cerita Kutcher, ia sampai ke bungalo milik mahasiswa Fashion Design Ashley Ellerin pada 22 Februari 2001 malam. Dua jam sebelumnya, mereka berbincang lewat telepon dan mengatur waktu untuk kencan. Namun saat Kutcher sampai, kondisinya agak aneh.

Ia melihat lampunya menyala dan pintu terkunci.

Kutcher pun mengintip lewat jendela dan melihat "apa yang awalnya saya pikir sebagai tumpahan anggur merah di atas karpet."


Ia tidak berpikir macam-macam, hanya mengira dirinya sudah membuat kacau kencan karena datang terlambat. Ia mengira Ellerin memilih pergi bersama teman-temannya. Merasa tak bersambut, Kutcher pun pulang begitu saja.

Namun ternyata gadis yang dikencaninya itu ditemukan meninggal oleh teman sekamarnya, keesokan paginya. Menurut penyidik, ia ditikam sampai 47 kali.

Mengutip Reuters, fakta itu langsung membuat Kutcher takut. Ia khawatir polisi menemukan sidik jarinya yang pasti ada di pintu depan.


Namun polisi kemudian menangkap Michael Gargiulo pada 2008. Pria 43 tahun itu sedang menjalani sidang di mana Kutcher menjadi saksi. Gargiulo sendiri mengaku tidak bersalah.

Tak hanya ditangkap atas pembunuhan Ellerin, Gargiulo juga didakwa bersalah atas pembunuhan dua perempuan lain. Ia juga berusaha membunuh satu orang lain, namun gagal. (rsa)