BTS Bisa Pilih Pemenang Grammy Tahun Depan

Reuters, CNN Indonesia | Sabtu, 08/06/2019 04:55 WIB
BTS Bisa Pilih Pemenang Grammy Tahun Depan BTS diundang menjadi anggota voting dalam tubuh Recording Academy, yang menyelenggarakan Grammy Awards. (REUTERS/Caitlin Ochs)
Jakarta, CNN Indonesia -- Eksistensi bintang K-Pop BTS di kancah musik dunia kian diakui. Baru-baru ini, mereka bahkan diundang secara resmi oleh penyelenggara Grammy Awards, Recording Academy untuk bergabung sebagai anggota voting. Artinya, mereka bisa ikut menentukan pemenang Grammy.

Undangan terhadap BTS sendiri dinilai menjadi upaya Recording Academy memberi keragaman. Sebagai musisi yang lahir di Asia, kehadiran BTS di dalam tubuh Recording Academy bisa menjadi sebuah fenomena. Apalagi kesuksesan mereka begitu menyentak baru-baru ini.

Boyband beranggotakan tujuh orang ini menjadi satu di antara sekitar 1300 seniman, penulis, dan profesional industri musik yang juga diundang pada pekan ini untuk menjadi anggota Recording Academy yang berbasis di Los Angeles.



Berdasarkan pernyataan Recording Academy, Kamis (7/6) kemarin, jika BTS menerima undangan tersebut, maka mereka akan memenuhi syarat untuk memilih secara aktif dalam penyelenggaraan Grammy Awards 2020.

Selain BTS, Bos Big Hit Entertainment Bang Si Hyuk juga masuk di antara daftar undangan sebagai anggota voting.

BTS pertama kali dibentuk di Seoul pada 2013 dan berhasil menembus pasar pop AS pada 2017 dengan menjadi grup Korea pertama yang memenangi penghargaan Billboard Music Awards.


Sebelumnya, album Love Yourself: Tear juga dinominasikan untuk Grammy Awards 2019. BTS juga tampil di ajang penghargaan bergengsi bidang musik tersebut, Februari silam.

Mengutip Reuters, Recording Academy telah melakukan serangkaian langkah dalam beberapa tahun terakhir untuk membuat nominasi Grammy lebih beragam dan memperluas keanggotaan yang secara tradisional didominasi oleh pria tua.

Dikatakan bahwa 49 persen dari mereka yang diundang untuk bergabung dengan Recording Academy pada minggu ini adalah perempuan, dan 51 persen di bawah usia 40 tahun.

[Gambas:Video CNN] (agn/rsa)