Usai Ditjen Pajak, Kaesang 'Dicari' BSN Soal ISO

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 07/06/2019 20:39 WIB
Usai Ditjen Pajak, Kaesang 'Dicari' BSN Soal ISO Gara-gara celoteh soal ISO, putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep pun 'dicari' Badan Standarisasi Nasional. Ini bukan kali pertama ia 'dicari' lembaga negara. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Putra bungsu Presiden RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep melontarkan sejumlah lelucon yang direspons langsung oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) hingga Direktorat Jenderal Pajak.

Hal itu berawal dari sejumlah kicauan Kaesang di Twitter yang menarik perhatian dua akun resmi lembaga negara itu untuk meresponsnya.

"Kalau mau bully, mending bully saya saja. Saya sudah dapat ISO 274628 karena saya tahan bully," tulis Kaesang merespons komentar netizen tentang sang nenek.







Pernyataan itu pun lantas ditanggapi oleh akun resmi Twitter BSN. Sembari bercanda, mereka menyinggung soal International Standarization Organization (ISO) yang dimaksud olehnya.

"Mohon maaf nih mas Kaesang, ISO 274628 terkait apa ya mas? Bisa dijelaskan ruang lingkup serta lembaga sertifikasinya? Salam ninu ninu," tulisnya.

Mendapat pertanyaan seperti itu, Kaesang pun berlagak kebingungan. "Anu... itu lho, anu," jawabnya.



Hal ini bukan kali pertama Kaesang 'dicari' lembaga pemerintah karena tingkahnya di media sosial. Beberapa hari sebelum 'dicari' Badan Standarisasi Nasional, Kaesang sempat 'dicari' Ditjen Pajak.


Kaesang memancing lembaga pajak negara setelah mengunggah meme yang menampilkan ia sedang mengenakan banyak perhiasan emas.

"Buat apa skincare mahal-mahal kalau enggak bisa se-glowing saya," tulis Kaesang pada unggahan foto tersebut.

Ditjen Pajak yang tengah menggalakkan budaya taat pajak pada masyarakat pun 'terpanggil' dan merespons dengan kicauan, "eh ini apa ya mas?"





Kaesang terbilang cukup aktif menggunakan media sosialnya baik untuk berinteraksi dengan netizen, mempromosikan bisnisnya, hingga membuat lelucon-lelucon terhadap segala komentar negatif tentang dirinya maupun keluarga Joko Widodo. (agn/end)