'Adegan Daenerys' di 'Game of Thrones' Dibuat untuk Penonton

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 21/06/2019 05:18 WIB
'Adegan Daenerys' di 'Game of Thrones' Dibuat untuk Penonton 'Adegan Daenerys' di 'Game of Thrones' masih jadi kontroversi. (Dok. HBO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penggemar belum move on dari Game of Thrones meski serial besutan HBO itu sudah berakhir setelah delapan musim. Apalagi serial itu berakhir dengan 'mengecewakan.'

Beberapa karakter utama dibuat mati. Ada pula adegan-adegan yang kontroversial, seperti kemarahan Daenerys Targaryen (Emilia Clarke) yang menjadi Mad Queen di salah satu episode.

Masih banyak penggemar yang tak setuju dengan adegan itu, karena Mad Queen bersama naganya membuat King's Landing hancur dan banyak orang meninggal. Padahal selama ini Daenerys dikisahkan sebagai karakter yang bijak dan pencinta orang tak berdosa.


Mereka yang tak sepakat dengan adegan itu sampai meminta Game of Thrones dibuat ulang.


Kini, sutradara Miguel Sapochnik akhirnya menjelaskan kemarahan Daenerys pada Indie Wire.

"Bagaimana ia memperlakukan manusia, dan keyakinan yang ia miliki, berarti bahwa keyakinan itu pada akhirnya akan dilanggar," katanya, seperti dikutip dari Ace Showbiz.

Sapochnik menerangkan, kematian penasihat sekaligus temannya, Missandei (Nathalie Emmanuel) berperan besar terhadap perubahan karakter Daenerys secara mendadak. Ia membuat Daenerys tidak lagi mempertanyakan apakah yang dilakukannya benar atau salah.

Ia berpikir keras soal bagaimana membawa Daenerys yang selama ini banyak dicintai penonton setia Game of Thrones, sampai pada keputusan akhir untuk menghancurkan King's Landing.


"Pada titik itu, kau tak butuh melihatnya. Kami memutuskan untuk tidak mengurangi perannya. Ketika dia membuat keputusan itu, dia dan naganya menjadi satu," tuturnya.

Ia berpendapat bahwa kehancuran King's Landing juga sebenarnya diinginkan penonton.

"Saya merasa ada kehausan akan darah di kalangan penggemar, untuk balas dendam, untuk pembalasan yang dipersonifikasikan oleh Dany [Daenerys]," ia mengatakan lagi.

Lanjutnya, "Saya hanya ingin langsung ke inti tentang apa itu sebenarnya. Karena meski karakter-karakter yang pada akhirnya tidak eksis, yang kalian cari, sebagai penonton, adalah kematian dan kerusakan. Saya ingin orang-orang tahu bagaimana kematian dan kerusakan bisa muncul dengan buruk, di lingkungan aman yang mereka tinggali."

[Gambas:Video CNN]

Tak hanya Sapochnik yang merasa nasib Daenerys sudah layak di serial Game of Thrones, Clarke juga menerangkan bagaimana karakter yang dimainkannya bisa menjadi Mad Queen.

"Semua hal yang berujung pada titik ini, dan di sana lah dia [Daenerys], sendirian. Kita semua punya ini, bagian yang berkata, 'Saya akan merusak 'kue cokelat' itu. Dan saya akan pergi," kata sang aktris dalam sebuah video behind the scenes.

'Kue cokelat' yang dimaksud Clarke di sana, adalah pergulatan moral. (rsa)