Festival Mesin Waktu 2019 Ingin 'Bakar' Semangat 17 Agustus

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 28/06/2019 02:11 WIB
Festival Mesin Waktu 2019 Ingin 'Bakar' Semangat 17 Agustus Festival Mesin Waktu 2019 bakal diselenggarakan tepat pada 17 Agustus mendatang. (CNN Indonesia/Tara Imann)
Jakarta, CNN Indonesia -- Festival Mesin Waktu gelaran Ismaya Live dan Generasi 90an kembali lagi tahun ini dengan tema '17-an'. Selain ingin membawa penonton ke masa lalu, ada sebuah momen yang lebih spesifik dan familiar, yaitu perayaan Hari Kemerdekaan yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus.

Penyelenggara mengungkapkan, festival tersebut dipandang tepat untuk bernostalgia dengan suasana perayaan 17 Agustus selayaknya yang biasa diadakan di rumah-rumah.

"Menurut aku, dulu suasana 17-an tuh seperti berasa banget se-Indonesia. Enggak ngaruh kamu siapa, apa status sosial kamu, status ekonomi kamu. Semua itu merayakan 17-an. Itu yang kemarin menjadi bahasan. Aku pengen membangkitkan semangat ini lagi. Sebenarnya yang mau kita bangkitkan itu kebersamaannya," jelas Melon Lemon, representatif dari Generasi 90an saat ditemui di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (27/6).


"Dulu kayanya nggak peduli mau dia punya mobil Mercy atau bemo, semua main-main aja bersama," tambahnya.


Untuk itu, dalam Festival Mesin Waktu mendatang bakal diadakan pula berbagai lomba yang biasanya dimainkan saat perayaan 17 Agustus, antara lain lomba makan kerupuk, panjat pinang, ataupun memasukkan jarum ke dalam botol. Nantinya, pemenang lomba tidak hanya mendapatkan hadiah, tetapi juga piala.

Melon menjelaskan, sempat terpikir olehnya untuk mengusung tema lain dengan mengundang musisi internasional era 90an, seperti Ricky Martin atau Oasis. Namun, hal tersebut ia urungkan walaupun ide itu diakui memiliki daya tarik tersendiri.

"Kalau itu mungkin orang datang ingatnya sehari aja karena senang artis-artis internasionalnya datang, paling hanya menjadi pembahasan seminggu. Tetapi kami selalu ingin bikin sesuatu yang impactful. Pengennya orang pulang (dari festival) kemudian memperbincangkan, tidak hanya untuk jangka pendek tapi mungkin bisa menjadi obrolan setahun ke depan," ujarnya.

"Itu menjadi hal yang lebih berfaedah buat kami," lanjut Melon.


Zona Jajan yang dipandang dapat menarik perhatian penonton disebut bakal tetap dipertahankan. Penyelenggara sepakat untuk menyediakan berbagai makanan dan minuman yang dulu pernah populer, seperti jajanan Chuba atau es krim Woody.

Menyediakan jajanan autentik seperti itu, kata Melon, bukan hal mudah bagi tim Generasi 90an. Mereka harus melakukan usaha ekstra untuk mendapatkannya.

"Kendalanya adalah mencari supplier. Dulu itu tim riset kami harus mencari alamat pembuat es krim Woody di Bogor. Sampai kami cari ke pabriknya, rumah orang yang punya. Masuk-masuk gang di Bogor jauh banget," katanya, seraya menambahkan usaha itu berakhir setelah pencarian selama tiga jam.

Kendati demikian, Lemon sangat senang saat pengunjung sampai takjub menemukan wujud dari es krim Woody yang sekarang sudah sangat jarang, bahkan tidak ditemui lagi di gerai-gerai.


"Melihat reaksi pengunjung yang sampai seperti itu menjadi hal yang tak ternilai harganya buat kami," katanya, merujuk pada Festival Mesin Waktu tahun sebelumnya.

Festival Mesin Waktu 2019 akan digelar di JIExpo Kemayoran tepat pada tanggal 17 Agustus mendatang. Acara ini memiliki sejumlah musisi pengisi yang dikenal sejak era 1990-an seperti Dewa19 bersama Ari Lasso dan Dul Jaelani, P-Project, Glenn Fredly, dan Rida Sita Dewi.

Selain itu, juga akan ditampilkan kolaborasi dari Gamaliel, Petra Sihombing, Rendy Pandugo, dan Teddy Adhitya dalam 90s Boyband Project.

[Gambas:Video CNN] (taj/rea)