Lady Gaga Beri Kejutan di Perayaan 50 Tahun Insiden Stonewall

AFP, CNN Indonesia | Minggu, 30/06/2019 21:47 WIB
Lady Gaga Beri Kejutan di Perayaan 50 Tahun Insiden Stonewall Lady Gaga memberikan kejutan dalam perayaan 50 tahun insiden Stonewall, yang menjadi cikal bakal pelaksanaan Pride Month oleh komunitas dan pendukung LGBT. (AFP PHOTO / VALERIE MACON)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lady Gaga membuat heboh pengunjung klub gay Stonewall di Manhattan, New York dengan mengunjungi tempat bersejarah dari momen Pride Month tersebut. Kunjungan ini dilakukan di tengah acara mengenang insiden Stonewall, 50 tahun lalu.

"Saya sungguh, sungguh berharap kalian merayakan setiap senti siapa diri kalian sekarang," kata Gaga yang dikenal sebagai idola dan pembela komunitas LGBT itu di hadapan para pengunjung Stonewall Inn.

"You were born this way and you are superstars," lanjut Gaga yang merujuk lagunya 'Born This Way' (2011), lagu yang dianggap sebagai salah satu 'gay anthem' pada era modern.


Insiden kerusuhan Stonewall In yang terjadi 50 tahun lalu merupakan awal mula perayaan Pride Month yang kini diselenggarakan di seluruh belahan dunia setiap Juni.


Pada 28 Juni 1969 dini hari, sekelompok aparat keamanan melakukan penggerebekan terhadap klub gay terkenal tersebut.

Sering menjadi sasaran penggerebekan tanpa alasan dan kental akan sentimen homofobia, kala itu pengunjung melawan sejumlah aparat yang bertugas.

Kericuhan tidak terhindarkan. Apalagi kala itu, Amerika Serikat masih kental dengan sentimen homofobia. Polisi dilaporkan menggunakan kekerasan dan hardikan homofobia yang menyulut emosi pengunjung.

Bermula dari New York, Pride Month sebagai momen masyarakat LGBT membela hak asasinya dirayakan di seluruh dunia.Bermula dari New York, Pride Month sebagai momen masyarakat LGBT membela hak asasinya dirayakan di seluruh dunia. (REUTERS/Thomas Peter)
Polisi yang hanya berjumlah beberapa orang kalah jumlah dengan pengunjung Stonewall yang mencapai ratusan orang. Para pengunjung kemudian berhasil mengusir polisi.

Namun pengusiran tersebut memancing pemanggilan pasukan yang lebih besar sehingga menimbulkan kerusuhan yang menjalar. Dalam kerusuhan tersebut, masyarakat LGBT membela hak mereka untuk hidup dan bermasyarakat seperti masyarakat pada umumnya.

Setelah kerusuhan mereda, insiden Stonewall tersebut kemudian menjadi pemantik aksi dan gerakan hak asasi manusia atas komunitas LGBT dan dirayakan setiap tahunnya dengan sebutan "Pride Month".


"Saya melihat generasi yang lebih tua dan bagaimana kalian berjuang untuk menciptakan ruang yang aman dan lebih toleran terhadap generasi yang lebih muda," kata Gaga dalam kunjungan dadakannya ke Stonewall Inn.

"Dulu, tidak pernah terdengar bahkan dari dinding lemari, atas kesadaran atas menemukan dan nama dari identitas seksual mereka, identitas gender diri mereka sendiri. Mereka menemukannya sendiri dan mereka tidaklah takut," lanjutnya.

"Kalian menciptakannya! Kalian membuat ruang itu," kata Gaga yang lahir dan besar di New York itu.

Dalam peringatan yang juga dikenal dengan Stonewall Day tersebut, Gaga juga mengingatkan kepada masyarakat muda LGBT akan tantangan mereka yang masih ada.

[Gambas:Instagram]

"Serangan kepada komunitas trans [transgender dan transeksual] meningkat terus setiap harinya," kata Gaga. "Saya tidak akan menoleransi ini. Saya tahu kalian juga begitu,"

Lady Gaga juga menyinggung soal Donald Trump dan politik Amerika Serikat yang akan memasuki pemilihan presiden pada tahun depan. Donald Trump, yang disebut Gaga sebagai "presiden penindas", akan kembali mengajukan diri sebagai presiden AS.

"Cintai sesama, buka suaramu, dan Ya Tuhan, ikuti pemilu! Jangan lupa memilih," kata Gaga.

"Bila kita tetap memberikan dunia dengan pesan ini atas persatuan dan cinta kasih, bayangkan dunia yang akan kita tempati 50 tahun dari sekarang." lanjut penyanyi peraih Oscar itu. (end)