Polisi Kesulitan Temukan Bukti Kasus YG dan Seungri

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 16/07/2019 12:29 WIB
Polisi Kesulitan Temukan Bukti Kasus YG dan Seungri Kepolisian Korea menyatakan investigasi yang mereka lakukan atas kasus Seungri dan YG berjalan lambat dan kesulitan mencari bukti. (YONHAP / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Nasional Korea Selatan masih belum memberikan kabar terbaru terkait penyelidikan sejumlah kasus yang diduga melibatkan mantan anggota BIGBANG Seungri dan mantan CEO YG Entertainment Yang Hyun-suk.

Komisaris Jenderal Kepolisian Nasional Korea Selatan Min Gap-ryong mengatakan seluruh jajarannya masih memeriksa fakta-fakta di lapangan.

"Kami masih memeriksa fakta yang dituduhkan kepada YG Entertainment termasuk penyediaan jasa prostitusi oleh Yang Hyun-suk serta terkait narkotika yang dilakukan artisnya," kata Min Gap-ryong, Selasa (16/7).


"Atas perhatian yang besar dari masyarakat kami akan menyelidiki hal ini secara tegas dan detail," tuturnya.

Pada 17 Juni, Min menyatakan keseriusannya untuk menyelidiki permasalahan YG Entertainment dengan mengatakan bakal membentuk tim khusus yang diketuai Kepala Kepolisian Gyeonggi Nambu.

Namun dalam pernyataan resmi yang disampaikan Senin (15/7), Min menyatakan runutan waktu dalam perkara ini menjadi permasalahan utama kasus dan membuat mereka sulit menemukan bukti-bukti.

"Ini merupakan investigasi yang lambat karena membuat semua pejabat harus turun untuk mencari bukti. Kami terus mendorong mereka. Kami akan langsung memproses ketika menemukan bukti pendukung," kata Min.

"Kami akan menerbitkan surat perintah dan memaksa kerja sama jika diperlukan," Min menegaskan.

Sebelumnya, seperti dilansir Allkpop, Yang Hyun-suk atau YG diduga menyediakan jasa prostitusi bagi para investor. Hal itu diduga dilakukan pada Juli 2014.

Beberapa waktu lalu, Madam Jung, perantara Yang Hyun-suk, mengatakan YG turun tangan langsung dalam menyediakan jasa prostitusi.

YG memutuskan mundur dari agensi yang ia bentuk sendiri pada 14 Juni lalu setelah berbagai kekisruhan dan skandal mewarnai para selebritas dan perusahaan di bawah naungannya.

Tak hanya YG, Seungri diduga turut terlibat dalam jasa penyediaan prostitusi hingga penjualan narkotika. Ia telah keluar dari BIGBANG dan YG Entertainment pada 11 Maret 2019.

[Gambas:Video CNN] (chri/end)