Jejak Pesan Damai dan Musik dari Legenda 'Woodstock'

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 01/08/2019 12:05 WIB
Jejak Pesan Damai dan Musik dari Legenda 'Woodstock' Dunia hiburan dikejutkan dengan kabar festival musik Woodstock 50 yang merupakan perayaan 50 tahun festival musik Woodstock 1969 resmi batal. (EMMANUEL DUNAND / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dunia hiburan dikejutkan dengan kabar festival musik Woodstock 50 yang merupakan perayaan 50 tahun festival musik Woodstock 1969 resmi batal.

Berbagai masalah menyelimuti festival itu, mulai dari pengunduran diri sponsor, kekurangan dana sampai ketersediaan lokasi.

Festival musik legendaris ini sedianya diselenggarakan pada 16-18 Agustus 2019 mendatang di the Merriweather Post Pavillion di luar Baltimore.


Salah satu pendiri Woodstock, Michael Lang, mengatakan dalam pernyataan bahwa pihaknya menyesal mengumumkan pembatalan itu.

"Kami sedih bahwa serangkaian masalah tak terduga membuat festival yang kami bayangkan berisi pengisi luar biasa yang sudah kami pesan dan keterlibatan sosial yang kami harapkan, tidak mungkin terlaksana," kata Lang dalam pernyataannya seperti dilansir Variety.

Jelas saja pembatalan Woodstock 50 menyedihkan.

Pasalnya Woodstock bukan sekadar festival musik yang menampilkan musisi kenamaan untuk menyenangkan penonton semata, melainkan pergerakan penting dalam sejarah musik dan memiliki pengaruh besar terhadap kultur pop dunia.

Menengok ke belakang, festival musik Woodstock diinisiasi oleh Artie Kornfeld, Michael Lang, John P. Roberts dan Joel Rosenman. Mereka memutuskan memberi tajuk An Aquarian Exposition: 3 Days of Peace & Music untuk festival yang berlangsung selama 16-18 Agustus 1969 itu.
Jejak Pesan Damai dan Musik dari Legenda 'Woodstock'Woodstock bukan sekadar festival musik yang menampilkan musisi kenamaan untuk menyenangkan penonton semata, melainkan pergerakan penting dalam sejarah musik dan memiliki pengaruh besar terhadap kultur pop dunia. (AP Photo/Stephen Chernin)
Nama "Woodstock" sendiri diberikan untuk merujuk pada kelompok investor yang membiayai festival ini. Nama kelompok itu adalah Woodstock Ventures.

Tajuk Woodstock 1969 memperkuat bahwa festival itu adalah gerakan perdamaian, terlebih kala itu sedang marak budaya Hippie yang cinta kedamaian.

Pengunjung yang datang ke Woodstock saat itu kerap disebut sebagai Flower Generation yang memiliki slogan flower power dengan maksud menolak perang.

Kurang lebih saat itu terdapat 400 ribu orang yang datang ke lahan peternakan milik Max Yasgur di Bethel, New York, yang menjadi tempat Woodstock.

Mereka datang untuk menyaksikan musisi kenamaan pada masa itu, diantaranya adalah Jimi Hendrix, Janis Joplin, Santana, Joe McDonald dan The Who.
Jejak Pesan Damai dan Musik dari Legenda 'Woodstock'majalah Rolling Stone memasukkan Woodstock dalam daftar 50 Moments That Changed the History of Rock and Roll. (EMMANUEL DUNAND / AFP)
Tak disangka, festival itu memilih pengaruh besar terhadap perkembangan kultur pop dunia. Bahkan majalah Rolling Stone memasukkan Woodstock dalam daftar 50 Moments That Changed the History of Rock and Roll.

Acara tersebut juga didokumentasikan dan dibuat menjadi film dokumenter bertajuk Woodstock.

Film tersebut memenangkan Academy Award untuk kategori Best Documentary Feature pada 1970. Film ini juga memiliki lagu tema yang dirilis dalam bentuk album.

Sejak saat itu, Woodstock selalu jadi buah bibir di dunia musik dan dianggap sebagai momen penting dalam dunia musik.

Setelah 1969, acara sejenis Woodstock 1969 selalu berusaha dilakukan. Setidaknya, mengenalkan generasi setelah 'Flower Generation' dan tujuan dari Woodstock.


Pada 1971 sebuah album bertajuk Woodstock Two dirilis. Kemudian pada 1994, untuk memperingati 25 tahun Woodstock, dirilis album bertajuk Woodstock: Three Days of Peace and Music.

Belum berhenti, pada 1999 kembali dirilis album bertajuk Live at Woodstock dan pada 2009 dirilis album bertajuk The Woodstock Experience.

Selain album, pada 2009 yang jadi peringatan 40 tahun juga diadakan festival musik sebagai bentuk perayaan.

Festival yang dipandu oleh Joe McDonald dengan menghadirkan sejumlah musisi dengan menyanyikan lagu musisi yang tampil di Woodstock 1969, seperti Big Brother and the Holding Company yang menyanyikan lagu Janis Joplin.

Acara itu hanya diselenggarakan pada 15 Agustus 2009 itu hanya berlangsung selama delapan jam, sangat berbeda dengan Woodstock 1969.

Tiket terjual habis sehingga pengunjung sangat padat. Namun perayaan ini bukanlah perayaan resmi Woodstock 1969. Meski begitu, nilai perdamaian yang diusung Woodstock melalui musik selalu dikumandangkan.

Kini, Woodstock 50 sudah dipastikan batal sehingga perayaan setengah abad festival musik legendaris itu hanya sekadar memori.

Namun belum diketahui rencana selanjutnya dari Michael Lang selaku salah satu pendiri Woodstock, entah akan membuat perayaan lain atau membiarkan berlalu begitu saja.

[Gambas:Video CNN] (adp/end)