Festival Musik Woodstock 50 Resmi Dibatalkan

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 01/08/2019 09:50 WIB
Festival Musik Woodstock 50 Resmi Dibatalkan Setelah berbagai kemelut yang terjadi selama beberapa bulan terakhir, pihak penyelenggara Woodstock 50 menyatakan festival musik itu resmi dibatalkan. (REUTERS/Eric Thayer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah berbagai kemelut yang terjadi selama beberapa bulan terakhir, pihak penyelenggara Woodstock 50 menyatakan festival musik itu resmi batal.

Sejumlah sumber memastikan hal tersebut kepada Variety. Beberapa vendor dan pejabat diberitahu pada Rabu (31/7) pagi waktu New York bahwa festival tersebut tidak akan dilaksanakan pada tahun ini.

Festival musik tahunan ini mestinya diadakan pada 16-18 Agustus mendatang.


Variety menyebut, sebuah pernyataan resmi atas pembatalan Woodstock 50 dirilis pada Rabu (31/7) siang waktu setempat yang turut mencantumkan bahwa musisi mendonasikan 10 persen dari biaya uang muka mereka ke badan amal HeadCount.

Salah satu pendiri Woodstock, Michael Lang mengatakan dalam pernyataan tersebut bahwa pihaknya menyesal mengumumkan pembatalan itu.

"Kami sedih bahwa serangkaian masalah tak terduga membuat festival yang kami bayangkan berisi pengisi luar biasa yang sudah kami pesan dan keterlibatan sosial yang kami harapkan, tidak mungkin terlaksana," kata Lang dalam pernyataannya.

Sebelum pembatalan ini resmi diberitahukan, Miley Cyrus menjadi musisi yang terakhir menarik diri dari festival tersebut.

Miley mengikuti jejak musisi sebelumnya, mulai dari the Raconteurs, the Lumineers, dan penampil Woodstock 1969 seperti Santana, John Sebastian, dan Country Joe McDonald. Mereka pun baru mengumumkan batal tampil tadi malam.

Sebelumnya, musisi penampil lainnya seperti Jay-Z dan the Dead & Co, serta John Fogerty juga membatalkan tampil di Woodstock 50.

Festival tersebut seharusnya diadakan di the Merriweather Post Pavillion di luar Baltimore pada akhir pekan tanggal 16-18 Agustus. 
Festival Musik Woodstock 50 Resmi DibatalkanSebelum pembatalan Woodstock resmi diberitahukan, Miley Cyrus menjadi musisi yang terakhir menarik diri dari festival tersebut. (Christopher Polk/Getty Images for iHeartMedia/AFP)
Sempat ada ide untuk mengadakan festival tersebut hanya satu hari, yang pilihannya jatuh pada Jumat dengan kapasitas pengunjung sebesar 20 ribu atau Minggu yang kemungkinan dihadiri 32 ribu orang.

Panggung hari Sabtu sendiri sudah dijadwalkan akan dimiliki oleh Smashing Pumpkins.

Lang juga menyebut perubahan rencana tersebut dalam pernyataannya. Ia menyebut bahwa berbagai konsep penyelenggaraan sempat berubah-ubah hingga ke konsep kecil, hanya diselenggarakan sehari.

"Kami merilis semua talenta sehingga keterlibatan di pihak mereka akan datang. Namun karena masalah jarak di area DC, banyak penampil tidak dapat berpartisipasi dan yang lainnya batal karena masalah masing-masing," lanjut Lang.

"Kami berterima kasih kepada para musisi, penggemar, dan rekan yang bersama kami meski harus menghadapi kesulitan ini," lanjutnya.

Hal senada disampaikan oleh Greg Peck, pemimpin Woodstock 50. Ia turut menyinggung masalah kehilangan investor yang sempat dihadapi festival musik ini.

"Perselisihan tak menguntungkan dengan rekan keuangan kami dan menghasilkan proses hukum membuat kam masuk dalam jalur kritis, melepaskan rencana kami dan memaksa kami untuk mencari tempat lain selain Watkins Glen," kata Peck.

"Waktu yang terus berjalan berarti kami memiliki pilihan sempit untuk memilih lokasi untuk digunakan musisi kami untuk tampil. Kami bekerja keras menemukan cara menghasilkan penampilan yang layak, dan sejumlah musisi besar datang dari luar negeri pekan lalu untuk mendukung Woodstock 50, namun waktu berjalan terlalu cepat," lanjutnya.

[Gambas:Instagram]

"Kami amat-amat kecewa dan berterima kasih kepada seluruh pendukung, termasuk tim di Merriweather Post Pavillion dan Howard County Executive Calvin Ball," katanya, mengutip Variety.

Peck menutup pernyatannya dengan, "Nilai-nilai Woodstock tentang perdamaian dan toleransi lebih penting saat ini daripada sebelumnya untuk kita semua perjuangkan dan lihat ke masa depan untuk menghormati dan merayakan cita-cita ini."

(end)