Netflix Andalkan Promosi Mulut ke Mulut di Indonesia

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 08/08/2019 10:24 WIB
Netflix Andalkan Promosi Mulut ke Mulut di Indonesia Serial 'Stranger Things' terbukti berhasil menarik perhatian penonton Netflix di Indonesia. (dok Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia -- Netflix mulai fokus melebarkan sayap pada kawasan Asia, salah satunya Indonesia, sejak tahun 2016. Selain membuat konten orisinal dari sineas negara-negara Asia, mereka juga membeli hak siar film-film lokal.

Khusus di Indonesia, Netflix memiliki pasar yang terbilang cukup banyak. Serial seperti Stranger Things, Money Heist, Kingdom dan Narcos berhasil menarik pelanggan dari Indonesia.

Di sisi lain, ada masalah-masalah kecil yang perlu dihadapi Netflix. Salah satunya adalah metode pembayaran yang harus menggunakan kartu kredit, sementara tak semua orang Indonesia memiliki kartu kredit.


Metode pembayaran itu membuat pelanggan Netflix di Indonesia lebih banyak terdiri dari kelas menengah ke atas. Padahal populasi kelas menengah ke bawah lebih banyak.

Director of Product Innovation Netflix, Ajay Arora, mengaku menyiapkan stretegi khusus untuk menyasar kelas menengah ke bawah di Indonesia. Ia bergantung pada konten baru agar bisa menarik pelanggan baru.

"Yang kami lihat tradisonal kami memasuki pasar yang baru (bukan melihat soal kelas atas atau kelas bawah). Yang kerap terjadi adalah orang yang lebih nyaman dengan teknologi akan berlangganan lebih dulu," kata Ajay kepada CNNIndonesia.com akhir pekan lalu.

Ia melanjutkan, "Kami adalah perusahaan internet, ini yang paling kami perhatikan bila orang yang dekat dengan teknologi memulai. Ketika kami merilis konten baru yang bagus orang akan membicarakan itu, dari mulut ke mulut dan orang akan berlangganan."

Masalah lain yang perlu dihadapi Netflix adalah pembajakan yang masih marak di Indonesia. Banyak situs bajakan yang memuat serial dan film original Netflix, seperti Bandersnatch dan Stranger Things.

Netflix Andalkan Promosi Mulut ke Mulut di Indonesia'Bandersnatch' yang sempat tayang di Netflix pun menjadi pembicaraan di Indonesia. (dok. Netflix)
Ketika ditanya mengenai strategi menghadapi pembajakan, Ajay tidak menjelaskan secara spesifik. Ia hanya mengatakan bahwa Netflix bisa diakses lewat berbagai perangkat, mulai dari telepon genggam sampai konsol gim.

"Jadi bila kami percaya bahwa kami membuat produk yang bagus, orang akan membayar dan berlangganan Netflix," kata Ajay.

Ia mengklaim pelebaran sayap Netflix di Asia dan Indonesia masih tahap awal. Dengan begitu mereka masih memepelajari pasar untuk berinovasi.

[Gambas:Video CNN] (adp/rea)