Song Kang-ho, Sederhana namun Berkualitas Unggul

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 05:03 WIB
Song Kang-ho, Sederhana namun Berkualitas Unggul Song Kang-ho menjadi aktor yang dihormati karena kepiawaiannya berakting. (Alberto PIZZOLI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Song Kang-ho bukan hanya penerima Excellence Award di Locarno International Film Festival 2019. Ia adalah orang Asia pertama yang pernah menerima penghargaan tersebut.

Aktor 52 tahun itu menempuh perjalanan karier yang tak instan. Lahir di Provinsi Gyeongsang pada 17 Januari 1967, Song Kang-ho tidak pernah mengenyam pendidikan formal untuk menjadi aktor. Setelah lulus SMA, ia bergabung dengan kelompok teater sosial.

Sebenarnya, saat itu tawaran main film sudah datang, namun Song Kang-ho menolak semua tawaran tersebut. Song Kang-ho memilih untuk tampil di panggung teater, sebelum akhirnya setuju bergabung sebagai aktor pendukung di film The Day a Pig Fell into the Well (1996). Awalnya, peran-peran kecil itu luput dari perhatian para sineas Korea.


Sampai kemudian ia ambil bagian dalam karya sutradara Song Neung Han yang berjudul No.3. Saat itu, ia mempersembahkan penampilan luar biasa yang membuat masyarakat awam menirukan akting Song Kang-ho dalam kehidupan sehari-hari. Song Kang-ho menciptakan wabah sendiri, dan karenanya, ia menerima penghargaan untuk pertama kalinya di Blue Dragon Film Awards.

Meskipun No.3 mengantarnya mendapat penghargaan, namun perannya sebagai sersan Korea Utara di Joint Security Area tak kalah penting dalam catatan karier Song Kang-ho. Bersama aktor Lee Byung Hun dan Lee Young Ae, film ini menarik lebih dari satu juta penonton dalam 15 hari penayangan dan menjadi salah satu film terlaris di sepanjang sejarah perfilman Korea.

Song Kang-ho telah muncul di lebih dari 30 film, dan hampir semuanya merupakan film yang terkenal dan mencatat berbagai pencapaian. 11 di antaranya bahkan masuk daftar film Korea dengan jumlah penonton terbanyak.

Misalnya, The Attorney yang menceritakan kerja sama sekelompok pengacara untuk membebaskan orang-orang yang diduga simpatisan Korea Utara, juga Memories of Murder yang terinspirasi dari kejadian nyata pembunuhan berantai di Korea Selatan.

Song Kang-ho, Sederhana namun Berkualitas Unggul Pencapaian Song Kang-ho di Locarno International Film Festival 2019 menjadi istimewa karena ia adalah orang Asia pertama yang mendapatkan Excellence Award. (Valery HACHE / AFP)
Salah satu film yang juga menambah jajaran prestasi Song Kang-ho adalah A Taxi Driver yang tayang pada 2017. Disutradarai oleh Jang Hun, proyek yang dibuat berdasarkan kisah nyata pemberontakan Gwangju ini berhasil memberinya penghargaan Aktor Terbaik di 38th Blue Dragon Film Awards dan 1st The Seoul Awards.

Seperti tidak pernah beristirahat, tahun ini Song Kang Ho kembali mencuri perhatian lewat Parasite yang memenangkan penghargaan Palme d'Ór dalam Canes Film Festival 2019. Di Indonesia sendiri, film itu disebut sebagai film Korea yang tayang di bioskop terlaris.

Song Kang-ho memang tidak menonjol dalam penampilan fisik, ia juga tak memiliki garis rahang kokoh seperti kebanyakan pesohor pria Korea. Namun publik menghormatinya karena kualitas akting. Dari prajurit Korea Utara sampai pengacara hak asasi manusia, kemudian menjadi vampir, hari ini Song Kang-ho adalah seorang aktor yang piawai melebur dalam karakter.

[Gambas:Video CNN] (kja/rea)