Kala Sony Tolak Beli Semua Karakter Marvel kecuali Spider-Man

tim, CNN Indonesia | Jumat, 23/08/2019 14:31 WIB
Kala Sony Tolak Beli Semua Karakter Marvel kecuali Spider-Man Bukan hanya Spider-Man, ternyata Sony Pictures Entertainment memiliki kesempatan untuk memiliki semua lisensi karakter Marvel. (REUTERS/Danny Moloshok)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bukan hanya Spider-Man, ternyata Sony Pictures Entertainment memiliki kesempatan untuk memiliki semua lisensi karakter Marvel. Sayang kesempatan itu dibuang mentah-mentah, padahal saat ini karakter Marvel bak mesin pencetak uang.

Menengok ke belakang, semua berawal dari 1998 ketika Sony membeli lisensi Spider-Man untuk membuat film. Lisensi Spider-Man dibeli dari Marvel Entertainment pada 1985 dan sempat berpindah ke sejumlah perusahaan sampai akhirnya jatuh ke tangan Sony.

Kala itu Sony membeli lisensi Spider-Man seharga US$10 juta ditambah 5 persen dari pendapatan kotor setiap film Spider-Man. Film Spider-Man misalnya, berhasil meraup pendapatan sebesar US$821 juta, artinya Marvel mendapat US$41 juta.


Petinggi Sony saat itu, Yair Landau, bertemu dengan Marvel untuk membahas lisensi Spider-Man. Petinggi Marvel, Ike Perlmutter, memberikan penawaran yang mengejutkan. Ia menawarkan Sony untuk membeli semua karakter Marvel seharga US$15 juta.

Landau kembali ke Sony untuk membahas penawaran itu dengan atasannya. Alih-alih menerima, atasan Landau menolak tawaran itu dan hanya membeli lisensi Spider-Man.

"Tidak ada yang peduli dengan karakter Marvel yang lain. (saya) Kembali (ke Marvel) dan melakukan kesepakatan hanya untuk Spider-Man," kata Lando mengingat masa lalu seperti dilansir Comicbook.

Marvel yang saat itu sedang goyah menganggap penjualan lisensi karakter Spider-Man sebagai kemenangan. Namun tidak dengan petinggi Marvel lain, Avi Arad, ia menganggap penjualan lisensi adalah hal yang menyedihkan.

Sudah dipastikan Sony untung besar setelah membeli lisensi Spider-Man. Mereka langsung membuat film dengan aktor Tobey Maguire dan sutradara Sam Raimi pada 2002. Film itu hanya bermodal US$139 juta dan berhasil meraup keuntungan sebesar US$821 juta.
Sony diketahui sempat ditawari membeli seluruh karakter Marvel, namun mereka hanya tertarik pada Spider-Man.Sony diketahui sempat ditawari membeli seluruh karakter Marvel, namun mereka hanya tertarik pada Spider-Man. (REUTERS/Lucy Nicholson)
Dua film berikutnya masih tetap untung. Film Spider-Man 2 (2004) bermodal US$200 juta yang kemudian meraup meraup sebesar US$783 juta. Kemudian film Spider-Man 3 (2007) bermodal US$258 juta dan meraup pendapatan US$890 juta.

Begitu pula ketika mereka memproduksi ulang Spider-Man lewat dua film. The Amazing Spider-Man (2012) bermodal US$230 juta meraup pendapatan sebesar US$757 juta. The Amazing Spider-Man 2 (2014) bermodal US$200 juta dan menghasilkan pendapatan sebesar US$708 juta.

Saat berbagi lisensi Spider-Man dengan Marvel Studios yang merupakan bagian dari Disney, Sony masih tetap untung besar.

Film Spider-Man: Homecoming (2017) meraup pendapatan US$880 juta dan Spider-Man: Far from Home (2019) meraup pendapatan sebesar US$1,110 miliar yang masih terus bertambah.

Sayang Sony dan Disney 'putus' sehingga Spider-Man keluar dari Marvel Cinematic Universe. Alasan mereka berdua tak berbagi lisensi lagi karena tidak menemukan kesepakatan baru dan

Seandainya dulu Sony membeli semua karakter Marvel, kini mereka sudah bisa membuat MCU dengan lancar tanpa hambatan. Sayang mereka hanya membeli Spider-Man yang berakhir rumit walau tetap menguntungkan. (adp/end)