Sambut 'Midsommar' Tayang, Netizen Penasaran tapi Takut

tim, CNN Indonesia | Jumat, 06/09/2019 20:06 WIB
Sambut 'Midsommar' Tayang, Netizen Penasaran tapi Takut Menyambut penayangan 'Midsommar' di Indonesia, netizen mengungkapkan ragam reaksi. (Dok. A24 via YouTube)
Jakarta, CNN Indonesia -- Film Midsommar yang sempat batal tayang dari jadwal semula, dipastikan akan mulai diputar secara terbatas di Indonesia pada Sabtu (7/9) besok. Sebelumnya, film garapan Sutradara Ari Aster ini dijadwalkan tayang 13 Agustus lalu.

Namun, karena masalah sensor yang masih dalam pertimbangan, film itu ditunda tayang selama hampir satu bulan.

Pekan lalu, pihak distributor Feat Picture pun akhirnya mengumumkan bahwa film tersebut akan tayang pada 11 September 2019, dengan sejumlah penayangan khusus empat hari sebelumnya.


Menyambut penayangan tersebut, sejumlah pecinta film pun mengungkapkan ragam reaksi. Mulai dari penasaran hingga rasa takut.

"Penasaran sama Midsommar karena latar belakang Ari Aster sih. Menurutku dia sosok yang cukup fenomenal, hahahaha," tulis pemilik akun @gitaswasti.



"Pengen nonton Midsommar, tapi banyak yang di-cut, tapi takut, takut terlalu disturbing, tapi penasaran," tulis @gitavioristin di Twitter.



"Dilema antara mo nonton IT 2 tapi belum nonton IT 1, midsommar tapi masih belum berani Bayangi adegan yang muncul," kicau seorang netizen di balik akun @spiftsy.



"Pengen nonton Midsommar tapi setelah baca review dan parental guide-nya IMDB jadi ragu, nonton enggak ya?" tulis lainnya



"Pengen nonton tapi takut," tulis pemilik akun @anandinakana.











Midsommar adalah film horor kedua yang dibuat dan ditulis sendiri oleh Ari Aster. Film itu sangat berbeda dengan Hereditary yang menjadi film horor sekaligus debut Ari Aster.

Jika Hereditary menunjukkan kisah menyeramkan dalam kegelapan dengan bumbu keluarga di dalamnya, Midsommar menawarkan horor dan hal-hal eksplisit yang terjadi pada siang hari dengan bumbu adat warga Swedia selama bertahun-tahun.

Ari Aster pun lebih berani dalam menampilkan visual eksplisit di Midsommar ketimbang Hereditary.


Hal itu membuat beberapa orang yang telah menonton film itu di Amerika mengatakan Ari Aster berhasil 'mengusir' penonton dari bioskop melalui Midsommar. Mereka pun mengatakan film ini tak cocok bagi orang yang 'berhati lemah'.

Hereditary bahkan disebut belum menjadi film horor apabila dibandingkan dengan Midsommar yang bakal tayang 11 September di Indonesia.

(agn/end)