Elton John Puji Pangeran Harry Tuntut Media Inggris

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 08:21 WIB
Elton John Puji Pangeran Harry Tuntut Media Inggris Elton John mendukung penuh tindakan Pangeran Harry menuntut secara hukum media Inggris karena merasa terancam dengan pemberitaan tentang Meghan Markle. (AFP PHOTO / Daniel LEAL-OLIVAS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musisi senior Elton John memuji aksi Pangeran Harry dan Meghan Markle menuntut media Inggris karena merasa terancam dengan pemberitaan yang beredar.

Dalam sebuah wawancara dengan NPR, John mengisahkan alasan mengapa dirinya mendukung anak sahabatnya, Putri Diana, tersebut.

"Saya selalu menjalani hidup saya bertarung dengan tidak seimbang menghadapi media. Saya menyukai mereka. Media itru perlu, namun kadang mereka melangkah terlalu jauh, dan meretas ponsel itu tidak dapat diterima," kata Elton John.


"Mereka [Pangeran Harry dan Meghan Markle] amat marah ponselnya diretas. Saya bilang, 'dengar, kau mengambil langkah yang memang perlu kau lakukan. Kau harus tahu ketika kau mengambil langkah ini, akan ada konsekuensinya dan orang mungkin tak akan suka. Namun bila kau merasa sedang diperlakukan tak adil...'" lanjutnya.

"Bila ponselmu diretas, kau harus mengambil tindakan karena media tidak boleh melakukan hal itu," kata Elton John. "Jadi saya harus bilang. 'Bravo'," kata Elton John, dikutip dari ET.

Pangeran Harry sebelumnya mengambil langkah hukum menuntut Associated Newspaper pada 1 Oktober lalu. Ia menyebut langkah itu sudah dipikirkan selama berbulan-bulan.

"Sebagai pasangan, kami percaya dalam kebebasan media dan objektivitas, pemberitaan yang jujur. Kami menganggapnya sebagai landasan demokrasi dan dalam kondisi dunia seperti ini, dalam segala level, kami tidak pernah membutuhkan media yang bertanggung jawab lebih banyak," kata Pangeran Harry dalam pernyataannya.

"Sayangnya, istri saya telah menjadi salah satu korban terbaru dari media tabloid Inggris yang melakukan kampanye terhadap orang-orang, tanpa memikirkan konsekuensinya," lanjutnya.

"Sebuah kampanye yang meningkat selama setahun terakhir, melalui kehamilannya, dan ketika membesarkan anak kami yang baru lahir," kata Pangeran Harry.

Langkah itu dilakukan tiga hari setelah Pangeran Harry dan Meghan melayangkan tuntutan atas pelanggaran privasi terhadap The Mail on Sunday. Pelanggaran itu dilakukan karena penerbitan surat pribadi yang menurut pengacaranya telah melanggar hukum.

Sikap tegas Harry terhadap media ini muncul karena rasa takut akan sejarah yang berulang. Harry takut apa yang terjadi pada mendiang sang ibu, Putri Diana, terulang kembali kepada sang istri.

Diketahui, Diana meninggal dunia pada kecelakaan mobil pada tahun 1997 setelah diikuti sejumlah fotografer.

"Ketakutan saya yang paling dalam adalah sejarah berulang dengan sendirinya," kata Harry". (end)