Konser Musik untuk Republik Demi Menyatukan Para Musisi Lokal

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Sabtu, 19/10/2019 20:08 WIB
Konser Musik untuk Republik Demi Menyatukan Para Musisi Lokal Ketua 3 Panitia Musik untuk Republik, Romulo Radjadin. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Konser Musik untuk Republik yang berlangsung tiga hari sejak Jumat sampai Minggu (18-20/10) di Cibubur, Jawa Barat, diakui menjadi pemersatu antara musisi dan masyarakat yang sempat 'terbelah' selama berlangsungnya Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Dijelaskan Ketua 3 Panitia Musik untuk Republik, Romulo Radjadin, para musisi Indonesia ikut terkena dampak persaingan panas antara Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Ya musisi pecah juga, nah ini kami akan satukan kembali," kata Lilo, sapaannya di Cibubur, Sabtu (19/10).


Menyelenggarakan konser ini, menurutnya bukan hal mudah. Alasannya, banyak musisi menolak tampil dengan alasan beda pandangan politik. Sebab banyak anggapan dari para musisi bahwa konser menjadi sebuah 'perayaan' atas kemenangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Ia bercerita pihaknya sempat mengundang penyanyi band naungan Republik Cinta Management (RCM), The Virgin, namun ditolak. RCM sendiri dikomandoi musisi Ahmad Dhani yang merupakan pendukung 'garis keras' Prabowo Subianto.

Kemudian ada musisi hip-hop yang menolak tampil karena pendukung setia Prabowo-Sandiaga.

"Tapi akhirnya The Virgin dikasih main. Mulan Jameela juga tadi sudah bisa main, tapi kan dia kepilih (DPR) jadi batal," ungkapnya.

Setelah pergelaran musik ini berakhir, personel Kla Project ini berharap semua insan musisi Indonesia berkontribusi terhadap industri musik dalam negeri dan tidak terpecah hanya karena berbeda pilihan politik.

"Kami serius membangun pergerakan ini. Karena kami juga membuat sebuah narasi, bahwa apapun genre lu, lagu lu tetap Indonesia Raya," tutup Lilo. (ryh/mik)