Dunia Musik Terbelah, Alasan 'Musik untuk Republik' Digelar

CNN Indonesia | Sabtu, 19/10/2019 22:42 WIB
Dunia Musik Terbelah, Alasan 'Musik untuk Republik' Digelar Ilustrasi konser musik. (morgueFile/hurley_gurlie182)
Jakarta, CNN Indonesia -- Konser 'Musik untuk Republik' disebut menjadi dasar pemersatu antara musikus dan masyarakat yang sempat 'terbelah' akibat Pilpres 2019.

Ketua 3 Panitia Musik untuk Republik Romulo Radjadin mengatakan musikus Indonesia ikut terkena dampak persaingan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Ya musisi pecah juga, nah ini kami akan satukan kembali," kata Lilo, sapaannya di Cibubur, Sabtu (19/10).

Dalam menyelenggarakan konser, menurutnya bukan hal mudah. Alasannya, banyak musisi menolak tampil pada konser ini dengan alasan beda dukungan Pilpres.

Banyak anggapan dari kalangan musikus bahwa konser ini menjadi sebuah 'perayaan' atas kemenangan Jokowi-Ma'ruf dan pendukungnya.

[Gambas:Video CNN]
Ia bercerita pihaknya sempat mengundang penyanyi band naungan Republik Cinta Management (RCM), The Virgin, namun ditolak. RCM sendiri dikomandoi oleh musisi Ahmad Dhani yang merupakan pendukung Prabowo-Sandiaga.

Ada pula, kata dia, musikus hiphop yang menolak tampil karena pendukung setia Prabowo-Sandiaga.

"Tapi akhirnya The Virgin dikasih main. Mulan Jameela juga tadi udah bisa main, tapi kan dia kepilih (DPR) jadi batal," ungkapnya.

Personel Kla Project ini berharap ke depan semua musisi Indonesia tidak terpecah hanya karena Pilpres.

"Kami serius membangun pergerakan ini. Karena kami juga membuat sebuah narasi, bahwa apapun genre lu, lagu lu tetap Indonesia Raya," kata Lilo.




(ryh/arh)