Kalah Cepat, Kanye West Gagal Patenkan Frasa 'Sunday Service'

Tim, CNN Indonesia | Senin, 21/10/2019 22:09 WIB
Kalah Cepat, Kanye West Gagal Patenkan Frasa 'Sunday Service' Kanye West gagal mematenkan frasa 'Sunday Service' yang direncanakan jadi bagian dari merchandise terbaru. (Foto: Jewel SAMAD / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengajuan Kanye West atas hak paten frasa 'Sunday Service' ditolak. Juli lalu, West mengajukan izin untuk mematenkan frasa tersebut sebagai merek dagang dari merchandise yang hendak ia jual.

Menurut NME, pengajuan itu ditujukan untuk barang-barang seperti kemeja, gaun, topi, dan lainnya.

Sebelumnya, West sendiri telah menggunakan nama 'Sunday Service' sebagai tajuk pertunjukan yang kerap digelar selama beberapa waktu terakhir di kediaman pribadinya, serta di Coachella pada April lalu.


Namun, menurut laporan Business Insider, upaya West gagal setelah ditemukan bahwa seorang pria bernama Jeff Jonas, juga dikenal sebagai DJ Escape, telah lebih dulu menggunakan merek dagang tersebut pada 2014.

Jonas telah mengajukan permohonan untuk merek dagang itu sehubungan dengan 'merencanakan, mengatur, menyelenggarakan, dan mengadakan acara hiburan sosial; hiburan dalam bentuk musik live di kelab malam atau konser, pertunjukan disc jockey, pertunjukan musik dan artistik, tur musik, pesta dansa dan klub malam, serta mengelola dan mengatur pameran untuk tujuan hiburan'.

Menurut halaman Facebook DJ Escape, ia menjalankan seri acara yang berbasis di New York dengan tajuk 'Sunday Service'.

Berdasarkan keterangan Kantor Paten dan Merek Dagang AS, suami Kim Kardashian ini juga mengajukan permohonan frasa 'Sunday Service', dalam kaitan dengan musik yang kemudian ditolak karena dapat menimbulkan kebingungan.

Meski demikian, West masih dapat memperjuangkan frasa itu dengan mengirimkan lebih banyak bukti dan argumen untuk mendukung aplikasi merek dagangnya dalam waktu enam bulan sejak penolakan ini. Tetapi jika dia tidak mengambil tindakan, pengajuan itu akan diabaikan.

Beberapa waktu belakangan, acara 'Sunday Service' milik West diadakan tidak untuk umum. Dia memilih membiarkan kawan dan rekan selebritas dalam lingkarannya untuk datang seperti DMX, Brad Pitt, Dave Chappelle dan lainnya.

Dalam sebulan terakhir, bapak empat anak ini telah menjadikan 'Sunday Service' sebagai acara keliling, pop-up terbuka untuk penggemar di berbagai kota, sebagai bagian promosi untuk mempublikasikan album terbaru Jesus Is King. Pada acara 'Sunday Service' di Salt Lake City, Utah awal bulan ini, West sempat menegaskan kembali dukungannya untuk Partai Republik dan Donald Trump.

"Saya tidak pernah membuat keputusan hanya berdasarkan warna [kulit] saya. Itu adalah bentuk perbudakan, perbudakan mental," katanya.

Album baru West Jesus Is King direncanakan bakal dirilis pada 25 Oktober mendatang. (agn/rea)