Music at Newsroom

Live Streaming Music at Newsroom: Tuan Tigabelas

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 29/10/2019 14:27 WIB
Live Streaming Music at Newsroom: Tuan Tigabelas Tuan Tigabelas bicara soal pelajaran yang ia dapat dari upaya melahirkan album 'Harimau Soematra'. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tuan Tigabelas hadir tidak dengan memanfaatkan momen. Ia memilih berjuang, membuka jalan dengan caranya sendiri, antara lain melalui pertemanan.

Sebutan 'rapper kolaborasi' sempat tersemat padanya. Berbincang dengan CNNIndonesia.com, Tuan Tigabelas bercerita julukan itu lahir karena begitu banyak proyek kolaborasi yang ia kerjakan.

"Di tahun 2017 tuh gue kolaborasi 51 lagu setahun. Bayangin. [Kolaborasi] itu di luar hip hop, sampe 2018 kayak orang bilang gue tuh rapper kolaborasi," kata Tuan Tigabelas.



Pandangannya sedikit menerawang, tetapi lalu ia mengangkat sudut bibirnya, tersenyum tipis.

Bagi Tuan Tigabelas, Harimau Soematra bukan album perdananya selaku musisi. Bersama band Rebel Education Project (REP), ia yang berperan sebagai vokalis pernah merilis album pada 2014 silam.

Dalam rentang waktu lima tahun, Tuan Tigabelas mencoba mencari pengalaman. Merilis album bukan perkara adu cepat.

"Menurut gue bukannya lama [bikin album], memang gue kemaren lagi mau proses pembelajaran. Gue mau ekspansi musikalitas sampai gue rasa cukup pantas untuk bikin album. Karena banyak banget yang bikin album, tapi yaudah," katanya.

Menurutnya, jika tujuan akhir hanya sebatas punya album, ia bisa melakukannya sejak lama. Namun bukan itu yang diinginkan oleh Tuan Tigabelas.

Proses Belajar Tuan Tigabelas Sebelum Rilis Harimau SoematraTuan Tigabelas untuk Music at Newsroom, CNNIndonesia.com. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
"Gue mau 100 persen. Gue mau ini jadi, terserah [album] ini laku apa enggak di luar sana, tapi yang pasti gue mau ngerjain 100 persen. Makanya gue mau berangkat bikin album kalau memang secara pribadi gue sudah siap," tuturnya.

Ia melanjutkan, "Gue bisa aja bikin 13 lagu tapi asal, bisa banget gue. Gue enggak mau itu, gue butuh banyak momen untuk gue ceritain dan akhirnya begitu semua sudah terkumpul, gue [bikin] album deh."

Setelah mantap merilis album solo, Tuan Tigabelas melepas lagu-lagu sendiri secara bertahap. Setidaknya, satu lagu keluar setiap tiga bulan. Dari sana, ia mengetahui 'medan pertempuran' yang dihadapi, termasuk yang di luar ranah hip hop.

"Gue enggak mau cuma di hip hop. Maksudnya kalau orang-orang ngobrolin siapa sih Tuan Tigabelas? Oh ini old school nih, boom bap nih. Gue mau matahin stigma itu. Gue bisa macem-macem, tapi memang hati gue di situ [boom bap]," kata Tuan Tigabelas seraya mengingat ia mengerjakan apapun yang disuka sebagai bentuk proses belajar.

Telah dikenal sebagai rapper solo, Tuan Tigabelas menegaskan ia tak meninggalkan REP. Bahkan band itu masih berjalan bersamanya, dengan frekuensi latihan tertentu.

Jika mendapat tawaran panggung di acara berskala besar, Tuan Tigabelas pun memilih tampil bersama REP. Pengalaman sebagai anak band mau tak mau mempengaruhi penampilan panggungnya, sehingga kini keduanya bisa berjalan beriringan.

"Gue rasa yang gue dapet dari band tuh sangat membantu untuk jalanin solo, dan orang-orang band juga di belakang gue waktu solo. Jadi proses pembuatan lagu, chorus-nya, mereka yang bantu nyari musiknya. Mereka bantu bentuk [lagu]," kata Tuan Tigabelas.


(rea)