Talenta-talenta Indonesia yang Bersinar di Luar Negeri

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 15:45 WIB
Talenta-talenta Indonesia yang Bersinar di Luar Negeri Claudia Santoso, gadis asal Cirebon yang jadi juara The Voice Jerman. (dok. The Voice of Germany/YouTube)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak dulu, Indonesia selalu punya banyak talenta. Di antara begitu banyak bakat, tak sedikit yang bersinar cerah justru di luar Indonesia, atau setidaknya, nama mereka dikenal terlebih dahulu di belahan dunia lain sebelum akhirnya populer juga di Indonesia. Misalnya, Claudia Santoso yang baru-baru ini menjuarai kompetisi nyanyi The Voice di Jerman.

Banyak faktor pendukung popularitas tersebut. Bisa jadi hanya kebetulan saja mereka berdomisili di luar negeri saat mulai berkarier. Namun ada pula yang memang cukup beruntung hadir di momen tepat, sementara yang lain hanya mengikuti alur kehidupan.

Claudia Santoso


Nama Claudia Santoso melejit dalam waktu semalam setelah ia diumumkan keluar sebagai juara pertama ajang pencarian bakat The Voice of Germany 2019. Di babak final, ia menyanyikan 'I Have Nothing' yang dipopulerkan oleh Whitney Houston, sebuah lagu yang memang dikenal tak mudah karena memerlukan teknik vokal tertentu.

Claudia Emmanuela Santoso sejatinya adalah warga Cirebon, Jawa Barat. Ia sempat serta dalam berbagai kompetisi pencarian bakat, mulai Akademi Fantasia Indonesia (AFI) sampai Mamamia. Kini, Claudia tinggal di Jerman untuk berkuliah di Universitas Munchen.

Sandhy Sondoro

Pada tahun 2009, Sandhy Sondoro dinobatkan menjadi pemenang New Wave, sebuah kompetisi internasional yang menampilkan musisi-musisi muda di Latvia. Di perlombaan itu, Sandhy adalah peserta pertama dan satu-satunya dari Indonesia, juga Asia Tenggara.

Namun pria kelahiran Jakarta itu telah mendulang popularitas di Jerman, tempatnya berkuliah. Ia biasa bernyanyi di jalanan, sebelum masuk ke bar, klab, dan stasiun-stasiun kereta setempat. Dari sana, Sandhy tampil di sejumlah musik festival Eropa.

Talenta-talenta Indonesia yang Bersinar di Luar NegeriSandhy Sondoro dulu dikenal sebagai penyanyi jalanan di Jerman. (dok. Sandhy Sondoro)
Joey Alexander

Berpenampilan bak seorang pemalu, Joey Alexander adalah pianis kelahiran Denpasar, Bali, yang berhasil menempatkan album ke tangga lagu Billboard 200. Album 'My Favorite Thing' debut di peringkat 174, kemudian beranjak naik ke 59.

Musik telah menjadi bagian hidup Joey Alexander sejak kecil. Di usia 9 tahun, ia mendapat status Grand Prix di Master-Jam Festival 2013. Keajaiban lantas beruntun terjadi padanya, mulai dari menjadi sensasi semalam di Jazz at Lincoln Center, sampai tampil di depan para pesohor kelas atas seperti musisi veteran Herbie Hancock dan mantan presiden Barack Obama.

Pada 2016, Joey menjadi nomine untuk kategori Best Jazz Instrumental Album dan Best Improved Jazz Solo di Grammy Awards.

Talenta-talenta Indonesia yang Bersinar di Luar NegeriRich Brian baru saja merilis album kedua bertajuk 'The Sailor'. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Rich Brian

Kala hip hop mulai 'menghangat' di Indonesia beberapa waktu lalu, Rich Brian yang dulu menggunakan nama Rich Chigga, hadir lewat platform Soundcloud. Ia lahir di Jakarta, lalu menjadi pengguna aktif berbagai media sosial. Platform-platform itu mengantarnya sampai ke Amerika Serikat, Brian digandeng oleh label 88rising.

Pada 2016, ia merilis debut single 'Dat $tick' yang viral di internet. Dua tahun kemudian, ia melepas album perdana 'Amen'. Brian baru saja memiliki album kedua 'The Sailor' dan saat ini sibuk dengan jadwal di AS dan Indonesia.

Bergabungnya Brian dengan label 88rising turut membuka jalan bagi beberapa penyanyi lain, seperti Niki, Stephanie Poetri, serta Devinta Trista.

The Tielman Brothers

Mundur jauh ke belakang ke era 1950-an, nama The Tielman Brothers tak boleh dilupakan dari daftar ini. Kakak beradik Tielman adalah keluarga berdarah campuran Indonesia-Jerman. The Tielman Brothers memang bukannya tak dikenal di Indonesia, namun keterbatasan penyebaran informasi di zaman itu menjadi kendala. Dalam sebuah kesempatan, band yang saat itu masih mengusung nama The Timor Rhythm Brothers bahkan pernah manggung di depan Presiden Soekarno.

Dari Surabaya, The Tielman Brothers menuju ke Belanda. Sejumlah sumber menyatakan mereka adalah pencetus genre rock 'n roll yang kemudian mendunia. Gitaris Andy Tielman juga dipercaya jadi pionir gitaris yang memainkan gitar 10 senar yang dimodifikasi sendiri.  (rea)