Ajang Pencarian Bakat Modern, Bukan Jasa Simon Cowell Semata

CNN Indonesia | Minggu, 17/11/2019 11:39 WIB
Ajang Pencarian Bakat Modern, Bukan Jasa Simon Cowell Semata Sebelum masyarakat mengenal pencarian bakat macam 'Idol', ada 'Popstars' yang dibuat Jonathan Dowling tayang 1999 dan menjadi 'sesepuh' di acara sejenis. (Dok. TVNZ via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pencarian bakat atau yang bisa disebut sebagai survival show merupakan acara yang menarik perhatian ketika tayang di layar kaca banyak negara. Acara tersebut menjadi 'jalan pintas' bagi orang-orang bertalenta menjadi terkenal.

Setiap negara memiliki beberapa acara pencarian bakat yang terkenal seperti American Idol (Amerika Serikat), The X Factor (Inggris), Akademi Fantasi Indosiar (Indonesia), serta Superstar-K (Korea Selatan).

Jika membicarakan ajang pencarian bakat, nama Simon Cowell paling banyak dikenal. Produser televisi tersebut memang menjadi juri di sejumlah acara pencarian bakat seperti American Idol, The X Factor, America's Got Talent hingga Britain's Got Talent.


Namun, tak banyak yang tahu bahwa Jonathan Dowling diyakini sebagai sosok utama berkembangnya ajang pencarian bakat di dunia.

Hal itu bermula ketika Dowling membuat acara bertajuk 'Popstars' yang pertama kali tayang di saluran televisi Selandia Baru pada 20 April 1999.

Popstars memiliki konsep dua panelis yang menyaring 500 kontestan menjadi lima besar dan melahirkan TrueBliss sebagai pemenang pertama.

Hal itu membuat sensasi baru dalam masyarakat dan disebut menjadi DNA ragam pencarian bakat terkenal dunia seperti The X Factor, American Idol dan Britain's Got Talent.

"Serial ini menegangkan. Selalu baru dan selalu besar," kata Dowling seperti dilansir The Telegraph.

Popstars dan Jonathan Dowling, 'Sepuh' Pencarian Bakat ModernPopstars memiliki konsep dua panelis yang menyaring 500 kontestan menjadi lima besar dan melahirkan TrueBliss sebagai pemenang pertama. (Dok. TVNZ via IMDb)

Dowling menyadari salah satu hal yang menarik perhatian masyarakat adalah proses audisi di awal yang membuat 'orang biasa' menjadi bintang.

Ia pun langsung melisensikan format Popstars ke perusahaan produksi di Australia. Hingga akhirnya, Inggris mengadaptasi format tersebut pada akhir 2000 yang kemudian melahirkan band Hear'Say.

Sejumlah acara serupa pun mulai bertebaran. Salah satunya adalah Pop Idol yang dibuat Simon Fuller, sosok kunci di balik manajerial Spice Girls, Annie Lennox, Lewis Hamilton, Amy Winehouse dan banyak artis lainnya.

Fuller membuat Pop Idol satu tingkat di atas Popstars. Penonton bisa mulai berpartisipasi dengan memberikan suara melalui saluran telepon. Tak hanya itu, produser televisi Simon Cowell menjadi salah satu juri.

Hal itu kemudian membuat Cowell terus berkembang menjadi salah satu juri bahkan bintang berpengaruh dalam acara pencarian bakat dunia.

Walaupun nama kalah terkenal dibanding Cowell, setidaknya Jonathan Dowling memastikan uang akan selalu ada di rekening karena Popstars telah dilisensikan di 90 negara.

Namun, berdasarkan penelusuran cnnindonesia.com, ajang pencarian bakat Bintang Radio dan Televisi tayang jauh lebih dulu daripada Popstars. Acara yang 'melahirkan' Bing Slamet hingga Titiek Puspa itu telah tayang sejak 1962.

(chri/end)