Demo Memanas, Festival Musik Terbesar di Hong Kong Dibatalkan

CNN Indonesia | Sabtu, 16/11/2019 14:30 WIB
Demo Memanas, Festival Musik Terbesar di Hong Kong Dibatalkan Ilustrasi. (AFP Photo/Anthony Wallace)
Jakarta, CNN Indonesia -- Festival musik terbesar di Hong Kong, Clockenflap, terpaksa dibatalkan karena ketegangan kian meningkat di tengah rangkaian unjuk rasa yang kerap berujung ricuh.

"Karena peningkatan krisis pekan ini yang menyebabkan ketidakpastian selama beberapa minggu ke depan, Clockenflap 2019 akan dibatalkan," demikian pernyataan penyelenggara melalui akun Instagram resmi Clockenflap.

[Gambas:Instagram]


Clockenflap 2019 sedianya digelar pada 22-24 November mendatang dengan deretan musisi seperti Bombay Bicycle Club, These New Puritans, Mumford & Sons, IDLES, King Gizzard & The Lizard Wizard, dan Metronomy.

"Sampai pekan ini, kami masih benar-benar berkomitmen menyelenggarakan festival itu. Namun sayangnya, situasi membuatnya tak mungkin sekarang," bunyi pernyataan penyelenggara Clockenflap 2019.

Dengan pengumuman ini, untuk pertama kalinya Clockenflap dibatalkan sepanjang sejarah festival ini digelar sejak 2008 lalu.
Setiap tahun, Clockenflap dihelat di depan pelabuhan Hong Kong yang ikonis. Gelaran tersebut menyedot kehadiran puluhan ribu penggemar musik.

Clockenflap menambah panjang daftar acara yang terpaksa dibatalkan karena peningkatan ketegangan akibat rangkaian demonstrasi selama beberapa bulan belakangan.

Awalnya, para demonstran mendesak pemerintah membatalkan pembahasan rancangan undang-undang ekstradisi.

[Gambas:Video CNN]
RUU tersebut memungkinkan tersangka satu kasus di Hong Kong diadili di wilayah lain, termasuk China.

Di tengah peningkatan ketegangan, pemerintah Hong Kong memutuskan untuk membatalkan RUU ekstradisi tersebut.

Namun, para demonstran enggan berhenti menggelar demo karena tuntutan mereka sudah melebar hingga menggaungkan desakan melepaskan Hong Kong dari China. (has/has)