Analisis

Kilau Warna Baru di Grammy Awards 2020

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 17:27 WIB
Kilau Warna Baru di Grammy Awards 2020 Penyanyi pendatang baru Lizzo hadir sebagai peraih nomine terbanyak dalam Grammy Awards 2020. (Kevin Winter/Getty Images for RADIO.COM /AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ajang penghargaan Grammy Awards selalu menarik perhatian, tak terkecuali Grammy Awards 2020. Kemarin malam (20/11) The Recording Academy baru saja merilis nominasi lengkap.

Terhitung ada 84 nominasi yang diperebutkan oleh berbagai musisi. Dari puluhan nominasi ada empat nominasi utama yang sangat bergengsi, yaitu Record of the Year, Album of the Year, Song of the Year dan Best New Artist.

Bila diperhatikan, tak ada perubahan signifikan pada nominasi Best New Artist dan Song of the Year tahun ini. Nominasi Best New Artist dihuni Black Pumas, Billie Eilish, Lil Nas X, Lizzo, Maggie Rogers, Rosalia, Tank and the Bangas dan Yola yang memang layak.
Kemudian nominasi Song of the Year lebih banyak dihuni nomine musisi lama. Mereka adalah Lady Gaga, Tanya Tucker, Lewis Capaldi, H.E.R, Taylor Swift, Lana Del Rey dan Lewis Capaldi. Nomine dari musisi pendatang baru hanya Billie Eilish dan Lizzo.


Dua nominasi tersebut berbeda dengan nominasi Record of the Year dan Album of the Year yang sangat menarik perhatian. Dua nominasi ini sangat beragam, setidaknya bila dibandingkan dengan tahun lalu yang itu-itu saja.

Tahun lalu nominasi Record of the Year banyak dihuni nama-nama lama, di antaranya adalah Childish Gambino, Drake, Lady Gaga, Kendrick Lamar dan Zedd. Tahun ini nominasi yang sama dihuni banyak pendatang baru seperti Billie Eilish, Lizzo dan Lil Nas X.

Selain itu, nominasi Record of the Year tahun ini juga berisikan nomine dari ragam genre. Ada Bon Iver sebagai musisi folk, Billie Eilish serta H.E.R sebagai musisi R&B, Ariana Grande sebagai musisi pop dan Lil Nas X serta Post Malone sebagai musisi hip hop.
Langkah Baru Grammy Awards 2020Ariana Grande, 'langganan' jadi nomine di Grammy Awards. (dok. YouTube/ArianaGrande)
Keputusan The Recording Academy untuk memilih musisi di atas adalah keputusan yang berani. Mereka membuat langkah baru dengan merilis nominasi Grammy Awards 2020 yang berbeda dari tahun lalu.

Terlebih pada nominasi tahun ini juga banyak representasi perempuan ketimbang sebelumnya. The Recording Academy seakan ingin menjawab kritik bahwa nominasi Grammy selalu minim representasi perempuan.

The Recording Academy menerima banyak kritik pada Grammy Awards 2018. Kala itu tak ada satu pun representasi perempuan dalam nominasi Record of the Year, sementara dalam nominasi Album of the Year dan Song of the Year hanya ada satu nomine perempuan, yaitu Lorde untuk album 'Melodrama' dan Julia Michaels di lagu 'Issues'.

Pun begitu pada nominasi Album of the Year. Banyak nama-nama baru yang masuk, seperti Vampire Weekend, Lana Del Rey dan Ariana Grande. Selain itu musisi pendatang baru seperti Lil Nas x, Billie Eilish dan Lizzo juga masuk nominasi ini.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan nomine dalam dua nominasi utama di atas. Tapi dari nomine tersebut, bisa dilihat sebagai kemajuan atau kemunduran salah satu ajang penghargaan paling bergengsi ini.

Penilaian kemajuan berlaku bila The Academy Recording memilih nominasi tanpa tujuan tertentu atau pretensi apa pun. Musisi yang dipilih benar-benar berkualitas dan sesuai dengan kualifikasi.

Namun bila The Academy Recording memilih nominasi agar tidak mendapat kritik dan membuat semua pihak senang, itu adalah kemunduran besar. Tak ada gunanya ajang penghargaan Grammy Awards bila dibuat hanya atas dasar formalitas. Yang bisa dilakukan kini hanyalah melihat seberapa lama kemilau warna baru itu mampu bertahan.

[Gambas:Video CNN] (adp/rea)