Choi Siwon Kena 'Semprot' ELF China karena Hong Kong

CNN Indonesia | Selasa, 26/11/2019 10:51 WIB
Choi Siwon Kena 'Semprot' ELF China karena Hong Kong Anggota Super Junior, Choi Siwon meminta maaf kepada penggemar di China yang marah karena aksi kicauan soal konflik di Hong Kong. (Screenshot via Instagram (@siwonchoi))
Jakarta, CNN Indonesia -- Choi Siwon Super Junior terciprat panas politik China dan Hong Kong. Hal itu bermula ketika Siwon kicau-ulang alias retweet tentang Patrick Chow, salah seorang pedemo yang ditembak polisi Hong Kong ketika berdemo.

Kicauan tersebut menunjukkan wawancara Patrick Chow yang mengatakan orang bisa dibunuh melalui peluru namun kepercayaan tidak akan pernah mati.

Hasil kicau-ulang tersebut membuat penggemar Siwon dan Super Junior yang dikenal sebagai ELF, terbelah. Tak lama setelah menerima ragam komentar, Siwon akhirnya membatalkan aksinya tersebut.


Meski telah menghapus kicau-ulang itu, kolom komentar media sosial Siwon -salah satunya Instagram- dipenuhi emosi dan dukungan dari penggemar. Fan asal Hong Kong berterima kasih karena menilai aksi tersebut bentuk dukungan Siwon kepada Hong Kong.

"Lakukan hal yang benar. Kami mencintai artis yang menyadari hak asasi manusia dan menolak kekerasan. Terima kasih #standwithhongkong," komen akun @grettahui_

Begitu pula dengan akun @girly_secret_ding yang menilai Siwon melakukan benar karena mendukung penegakan hak asasi manusi sehingga visual dari Super Junior tersebut tak perlu meminta maaf.

"Apakah ELF China bisa menggunakan VPN dan mencari lima tuntutan Hong Kong, tak ada satupun yang meminta membebaskan diri dari China. Siwon hanya mendukung HAM dan demokrasi yang menjadi nilai universal. Saya tidak mereasa dia salah. Dunia saat ini sedang melihat yang sebenarnya terjadi di Hong Kong. Saya bangga padamu," tulis akun tersebut.

Tak lama setelah membatalkan kicau-ulang tersebut, Siwon meminta maaf kepada penggemar China melalui akun Weibo.

Melansir Allkpop, ia mengatakan hanya tertarik dengan kejadian di Hong Kong dan berharap kerusuhan serta kekerasan yang terjadi di sana segera berakhir.

Namun, permintaan maaf Siwon ditolak mentah-mentah oleh ELF China. Mereka masih sibuk menunjukkan kekecewaan terhadap cuitan Siwon tersebut.

"Saya mencintai Super Junior 18 tahun, tapi saya sangat kecewa terhadapmu," tulis akun @dj_ci110 di kolom komentar foto terbaru Siwon di Instagram.

"Penggemar China kecewa dan marah kepadamu. Kelakuanmu memicu kemarahan masyarakat. Kamu menjatuhkan timmu. Jangan ikut campur dalam permasalahan internal China. Kamu tak berhak dicintai oleh China," komentar akun @unicorn33312.

"Kalau kamu benar-benar ingin meminta maaf, lakukan itu di seluruh media sosial, Instagram dan Twitter. Kamu membuah penggemar China meninggalkanmu karena telah berbohong kepada kami," tulis akun @ting_girl_

Sementara itu, beberapa penggemar lain meminta Siwon tak memedulikan komentar jahat dari sejumlah orang.

"Jangan pedulikan komentar jahat. Tetap bahagia dan sehat. ELF akan selalu mendukungmu," tulis akun @alondra_ri25.

Begitu pula akun @bluew__s yang menyatakan ELF sejati akan tetap mendukungnya karena tak langsung mengambil kesimpulan dari aksi yang dilakukan Siwon.

"Kami akan bersamamu. Beberapa dari EFL tidak akan pernah akan langsung menyimpulkan sesuatu dari hal kecil. Kami tidak akan pernang mengancammu hanya karena kami tidak setuju denganmu. Kamu tidak akan pernah sendiri," tulis akun @blues__s.

[Gambas:Youtube]

Hubungan politik China dan Hong Kong memanas sejak pertengahan 2019. Hong Kong menolak pengesahan Rancangan Undang-Undang Ekstradisi dan menggelar demo berbulan-bulan di sejumlah lokasi strategis seperti pusat kota.

Penolakan itu disuarakan sebab mereka tak menginginkan proses hukum diserahkan kepada China yang dianggap kerap bias terutama terkait warga Hong Kong.

Pemimpin Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, mendesak para pengunjuk rasa yang telah menduduki universitas di pusat kota untuk menyerah jika bentrokan selama tiga hari terakhir ingin berakhir secara damai.

RUU Ekstradisi itu akhirnya dibatalkan. Namun, pedemo merasa tak puas dan mendesak Lam mundur. (chri/end)