Iwan Fals 'Sepakat' dengan Reuni 212

tim, CNN Indonesia | Minggu, 01/12/2019 12:10 WIB
Iwan Fals 'Sepakat' dengan Reuni 212 Ilustrasi. Iwan Fals menyebut dirinya sepakat dengan acara reuni 212 yang akan berlangsung esok (2/12), asalkan dengan sejumlah ketentuan.(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musisi legendaris Iwan Fals ikut beri komentar jelang ajang reuni 212 yang direncanakan berlangsung Senin (2/12) esok. Iwan menyebut sepakat dengan acara 212, asalkan dengan sejumlah ketentuan.

"'212' merayakan kesadaran, kebersamaan, kelembutan, kasih sayang, kebersihan, semangat kerinduan kepada Sang Maha," kata Iwan dalam kicauannya di media sosial, Minggu (1/12).

"Merayakan rumput yang tak diinjak, gedung-gedung dan fasilitas umum yang tak dirusak, aparat keamanan dan rakyat yang rukun, begitu pun dengan Umaro dan Ulamanya.. Saya sepakat," lanjutnya.




Acara Reuni Mujahid 212 dijadwalkan akan berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas) yang digelar oleh PA 212, FPI, GNPF Ulama dan beberapa kelompok Islam. Reuni kali ini adalah yang ketiga kalinya.

Pada Sabtu (30/11), Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Ma'arif menyampaikan bahwa persiapan acara Reuni Mujahid 212 sudah mencapai 90 persen, dengan panggung dan alat pengeras suara sudah mulai dipasang di area Monas.

Slamet menambahkan, pihaknya juga telah mengantongi izin untuk menggelar acara Reuni Mujahid 212 dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya.

Slamet menyebut massa dari luar Jakarta yang ingin menghadiri acara Reuni Mujahid 212 sudah mulai bergerak menuju Jakarta. "(Diprediksi) kurang lebih satu jutaan," kata Slamet.

Namun pernyataan Slamet tersebut dibantah oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. Gatot memprediksi reuni 212 dihadiri 10 ribu peserta. Polisi juga tidak mengerahkan pengamanan spesial untuk reuni 212.

Alumni 212 sendiri terbentuk sejak 2016 lalu ketika gelombang massa dari berbagai daerah berkumpul di Monas. Kala itu, mereka berkumpul untuk menyampaikan kritik terhadap eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait penodaan agama.

Ahok pun divonis bersalah dan dipenjara dua tahun.

Meski demikian, massa yang berkumpul di Monas pada 2 Desember 2016 tidak sepenuhnya hilang usai Ahok divonis bersalah oleh pengadilan terkait kasus penodaan agama. Sebaliknya, alumni 212 justru dilembagakan dengan nama Presidium Alumni 212 yang kini bernama Persaudaraan Alumni 212.

Pada 2 Desember 2017 dan 2018 lalu, alumni 212 juga menggelar reuni di kawasan Monas. Ada sejumlah aspirasi yang disampaikan setiap kali reuni digelar. (end)