Bertajuk "Taylor Swift: Miss Americana", film itu menjanjikan kilasan intim dari perjalanan karier dan kehidupan pribadi sang pelantun "Blank Space" tersebut.
"Proyek ini merupakan sebuah tampilan langka dan emosional dari salah satu artis paling ikonis di zaman kita, ketika dia belajar menerima perannya tidak hanya sebagai penulis lagu dan penampil, tapi juga sebagai perempuan yang memanfaatkan kekuatan penuh kesempatannya bersuara," demikian siaran pers yang dikutip dari E!News.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taylor Swift: Miss Americana sendiri disutradarai oleh Lana Wilson yang sebelumnya mengarahkan film "The Departure". Sementara itu, Morgan Neville, Caitrin Rogers, dan Christine O'Malley mengisi jajaran kursi produser.
Awalnya, Swift mengeluh karena Borchetta dan Braun mengatakan bahwa ia tak diizinkan menampilkan lagu-lagunya di televisi karena harus direkam ulang.
"Selain itu --sebenarnya ini bukan cara yang saya rencanakan untuk memberi tahu Anda kabar ini -- Netflix membuat film dokumenter tentang hidup saya selama beberapa tahun terakhir," katanya.
Ia kemudian berkata, "Scott dan Scooter telah menolak penggunaan musik lama atau rekaman kinerja saya untuk proyek ini, meskipun mereka atau Big Machine Records tak akan disebutkan di bagian manapun dalam film ini."
[Gambas:Video CNN]
Pada akhir November, Braun akhirnya mengajukan perdamaian kepada sang penyanyi setelah dikritik oleh banyak pihak melalui internet karena kabar tersebut.
Braun mengklaim bahwa ia telah berusaha mengajak Swift untuk "memperbaiki" situasi. Setelah itu, Braun akhirnya membebaskan Swift untuk menggunakan karya-karya lamanya. (agn/has)