Kenang 39 Tahun Lennon Tewas, Yoko Ono Bahas Aturan Senjata

CNN Indonesia | Senin, 09/12/2019 07:40 WIB
Kenang 39 Tahun Lennon Tewas, Yoko Ono Bahas Aturan Senjata Yoko Ono memperingati momen 39 tahun suaminya, John Lennon, meninggal akibat ditembak. Ia memperingatkan betapa penting pengetatan aturan senjata di AS. (Wikimedia Commons/Simon Harriyott)
Jakarta, CNN Indonesia -- Yoko Ono memperingati momen ketika suaminya, John Lennon, meninggal akibat ditembak tepat 39 tahun silam. Ia pun memperingatkan betapa penting pengetatan aturan senjata di Amerika Serikat.

"Teman-teman terkasih, setiap hari, 100 orang Amerika ditembak dan tewas karena senjata. Kita mengubah negara indah ini menjadi Zona Perang. Bersama, mari kita hadirkan kembali Amerika sebagai ladang hijau perdamaian," tulis Ono melalui Twitter.

Dalam kicauan tersebut, Ono mengunggah foto kacamata bersimbah darah yang dipakai Lennon saat peluru tajam menghujam tubuhnya.


Di foto tersebut tertulis, "Lebih dari 1.400.000 orang tewas akibat senjata di AS sejak John Lennon ditembak dan tewas pada 8 Desember 1980."

Ono lantas membalas kicauannya sendiri dengan menulis, "Kematian orang tercinta merupakan pengalaman yang menyakitkan. Setelah 39 tahun, Sean, Julian, dan saya masih merindukannya."

Menutup pernyataannya, Ono mengutip lirik lagu Lennon, "Imagine all the people living life in peace."

Di akhir kicauan itu, Ono melampirkan sederet tagar, yaitu #enoughisenough, #peace, #guncontrolnow, #gunviolence, #nra, #guns, #gunsafety, #firearms, dan #endgunviolence.



Meski penembakan terus terjadi, pemerintah AS tak kunjung memperketat aturan, diduga karena sejumlah pihak di parlemen menjalin hubungan dekat dengan para pelobi senjata.

Lennon sendiri tewas akibat tembakan yang dilepaskan oleh Mark Chapman. Pada 2018, permohonan bebas bersyarat Chapman ditolak.

Menurut Ono, Chapman memang tidak seharusnya dibebaskan karena sampai saat ini, ia masih takut jika mengingat sosok pembunuh gitaris The Beatles itu.

"Sangat sangat sulit bagi saya untuk memikirkan Chapman, terutama karena ia tidak merasa bersalah. Jika dia sudah melakukannya sekali, dia bisa melakukannya lagi terhadap orang lain. Bisa saya, Sean, atau siapapun," katanya sebagaimana dikutip NME. (has/has)