Rianto, Penari Lengger di Kucumbu Tubuh Indahku

tim, CNN Indonesia | Senin, 09/12/2019 16:11 WIB
Rianto, Penari Lengger di Kucumbu Tubuh Indahku Sudah cinta terhadap tari sejak kecil, Rianto mulai berlatih tari Jawa klasik dan memilih fokus pada tari Lengger hingga diangkat 'Kucumbu Tubuh Indahku'. (dok. Fourcolours Films)
Jakarta, CNN Indonesia -- Film Kucumbu Tubuh Indahku meraih banyak piala dalam ajang Festival Film Indonesia atau FFI 2019, salah satunya adalah pemeran utama pria terbaik.

Kucumbu Tubuh Indahku diangkat dari cerita hidup penari Lengger, Rianto, yang harus menampilkan sisi maskulin dan feminin dalam satu tubuh. Sosok Rianto diperankan Muhammad Khan dalam film tersebut.

Lewat blog pribadi, Rianto mengaku lahir di Desa Kaliori, Banyumas, pada 1981. Kecintaan terhadap tari tumbuh sejak berusia tujuh tahun. Ia mulai berlatih tari Jawa klasik dan memilih fokus pada tari lintas gender tradisional asal Jawa Tengah, Tari Lengger.


Rianto membulatkan tekad menjadi penari pada 1997 dengan masuk SMK Sendang Mas Banyumas, sekolah kejuruan seni.

Sejak muda, Rianto sudah meraih banyak apresiasi serta penghargaan, salah satunya adalah juara pertama Festival Tari serta Koreografi Tradisional Yogyakarta (2001).

Pada 2003, Rianto terbang dan menetap di Tokyo, Jepang. Ia mulai mendirikan perusahaan tari tradisional Dewandaru Dance Company. Sejak saat itu, karier internasional Rianto semakin melonjak.

Rianto pernah bekerja sama dengan koreografer asal Korea, Sen Hea-ha untuk tampil di Seoul, Singapura, Belgia, Belanda, dan Australia. Ia juga tampil dalam Opera Chen Shi Zheng di Teater Schubert, Boston dan London Coliseum bersama English National Opera.

Dalam wawancara dengan Suara Kita pada 2015, Rianto memilih fokus pada Lengger sebab tarian tersebut dianggap dekat dengan tubuhnya. Ia mengatakan setiap hari menghirup, memakan, serta meminum yang disediakan alam Banyumas.


[Gambas:Instagram]

Tari Lengger mengharuskan penarinya menampilkan sisi maskulin dan feminin dalam satu tubuh. Biasanya tarian itu dipentaskan lelaki yang kemudian mengubah diri jadi perempuan.

Hal tersebut menarik perhatian Garin dan memvisualisasikan hal tersebut lewat film Kucumbu Tubuh Indahku. Hal tersebut juga menarik perhatian Produser Ifa Isfansyah karena meyakini film itu akan indah.

Kucumbu Tubuh Indahku tayang di Indonesia sejak 18 April dan sudah mendapat sejumlah penghargaan internasional seperti dari Italia, Prancis, Australia, dan Meksiko.

Pada Minggu (8/12), Kucumbu Tubuh Indahku memenangkan sejumlah piala lewat FFI 2019 seperti film cerita panjang terbaik, sutradara terbaik, pemeran pendukung pria terbaik, pengarah artistik terbaik, penyuntung gambar terbaik, penata musik terbaik, serta penata busana terbaik.

[Gambas:Video CNN] (chri/end)