Konser di Inggris, Vokalis The National Sindir Boris Johnson

CNN Indonesia | Rabu, 11/12/2019 13:00 WIB
Konser di Inggris, Vokalis The National Sindir Boris Johnson Vokalis The National, Matt Berninger, menyindir PM Boris Johnson saat tampil bersama bandnya di Inggris akhir pekan lalu. (AFP Photo/Suzanne Cordeiro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Vokalis The National, Matt Berninger, menyindir Perdana Menteri Boris Johnson saat tampil bersama bandnya di Brighton, Inggris, pada akhir pekan lalu.

Sindiran tersebut ia lontarkan sebelum membawakan lagu "About Today" di akhir set panggung mereka malam itu.

"Saya punya daftar orang yang ingin saya ajak bicara hal-hal yang berarti buat saya. Lagu ini untuk keluarga kami, bukan untuk Boris," ujar Berninger.


Penonton pun bergemuruh. Inggris kini memang sedang resah menanti kepastian proses keluar dari Uni Eropa atau Brexit yang bergantung pada hasil pemilihan umum pada bulan ini, di mana Johnson ikut bertarung.

Meredam riuh sambutan penggemarnya, Berninger kemudian berkata, "Jika sesuatu yang buruk terjadi pada kalian, pasti akan sangat buruk. Semoga kalian mendapatkan politikus berkarakter dan dapat diandalkan untuk melawan orang-orang bodoh."

Sebelum Berninger, penyanyi Dua Lipa juga mengajak penggemarnya untuk memilih kubu lawan Johnson, Partai Buruh, saat pemilu pada 12 Desember mendatang.

"Demokrasi semakin kuat jika suara semua orang didengar. Ini merupakan pemilu paling penting di generasi ini dan suara Anda penting," tulis Dua Lipa melalui Instagram.

Melanjutkan keterangan fotonya, Dua Lipa menulis, "Anggota parlemen bekerja untuk kalian dan pastikan kalian memilih siapa yang pantas mewakili kalian. Sampai jumpa di bilik suara 12 Desember! #PilihBuruh"

Dalam unggahan tersebut, Dua Lipa melampirkan sejumlah foto dari yayasan The Basement yang berisi keterangan umum mengenai pemilu mendatang.

[Gambas:Instagram]

Pada salah satu foto, terpampang perbandingan topik dalam janji Partai Buruh dan Konservatif. Berdasarkan tabel itu, Partai Buruh membahas lebih banyak topik kesehatan mental, LGBT, kesetaraan, dan perubahan iklim ketimbang Partai Konservatif.

Dalam foto lainnya, terpampang tulisan yang menyinggung masalah Brexit atau proses Inggris keluar dari Uni Eropa.

"Brexit sudah membawa dampak besar pada perekonomian kita. Hasil pemilu ini akan menentukan siapa yang mengendalikan finansial masa depan kita," demikian tulisan dalam foto itu. (has/has)