Review Film: Eggnoid: Cinta & Portal Waktu

CNN Indonesia | Jumat, 13/12/2019 19:18 WIB
Review Film: Eggnoid: Cinta & Portal Waktu Cerita Eggnoid: Cinta & Portal Waktu terbilang sangat unik, menarik, dan segar, sayangnya eksekusi film kurang matang. (dok. Visinema Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia -- Visinema Pictures tampak ingin menjadi rumah produksi spesialis cerita unik. Setelah mengadaptasi Terlalu Tampan (2018) dari cerita di Webtoon, kali ini mereka mengadaptasi Eggnoid dengan tajuk Eggnoid: Cinta & Potral Waktu.

Film ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Kirana (Sheila Dara) alias Ran. Ia mengalami depresi karena kesepian, kedua orang tuanya meninggal saat ia berusia 7 tahun.

Tepat ketika Kirana berusia 17 tahun, ia kedatangan sebutir telur. Dalam telur itu terdapat manusia yang disebut Eggnoid, dikirim dari masa depan untuk membantu seorang majikan.


Eggnoid itu diberi nama Eggy (Morgan Oey) oleh Kirana. Lama kelamaan Eggy menjadi sangat dekat dengan Kirana hingga tak bisa lepas, layaknya dua sejoli yang menjalin hubungan.

Cerita film ini terbilang sangat unik, menarik dan segar. Namun sayang eksekusi film tidak terlalu baik dan kurang matang, bisa karena naskah atau penyutradaraan.

Eksekusi yang kurang baik tercermin pada awal sampai setengah film. Ada beberapa dialog yang kurang penting, seperti ketika Ran dengan Eggy di toko es krim yang bercanda soal favorit rasa.

Adegan pada toko es krim itu tak lucu dan terlalu lama sehingga terasa seperti sinetron layar kaca yang membosankan. Bisa jadi, adegan itu dibuat panjang untuk menggambarkan perasaan Eggy. Padahal ada cara lain untuk menunjukkan perasaan.

Beruntung akting Sheila bisa menyelamatkan film ini. Ekpresi wajah Sheila menggambarkan dengan baik perasaan sepi dan bahagia yang dirasakan. Terlebih ketika Kirana dengan bermanja-manja dengan Eggy.

Akting Morgan juga terbilang baik meski belum sebanding dengan Sheila. Ada beberapa akting Morgan yang terasa kaku dan tidak alami, seperti ketika ia tengah marah saat berbicara dengan Sheila.

Hal lain yang menyelamatkan film ini adalah cerita yang mulai menarik dari tengah sampai akhir. Penonton mulai dibuat penasaran lewat berbagai adegan, terutama adegan yang fokus pada Eggy.

Selain itu, pembentukan karakter Sheila dan Eggy juga terbilang baik.

[Gambas:Youtube]

Mereka berkembang secara perlahan sehingga membuat penonton penasaran akan menjadi pribadi seperti apa ketika film selesai, terutama Eggy yang bukan manusia seutuhnya.

Karakter yang juga penting dalam film ini adalah Zion (Martin Anugrah) dan Zen (Reza Nangin). Mereka berdua adalah orang yang bertugas untuk menertibkan Eggnoid di Bumi.

Dalam film ini mereka mendapat porsi yang lumayan banyak, terutama untuk membuat penonton tertawa lewat kelakuan konyol. Bila dua karakter ini tidak ada, kemungkinan film ini terasa hambar.

Beruntung film ini diadaptasi dari Webtoon sehingga sudah memiliki penggemar. Jika tidak, mungkin film ini sulit mendapat penonton. (adp/end)