Sinopsis Messiah, Serial Kontroversial Netflix Soal 'Dajal'

Tim, CNN Indonesia | Senin, 06/01/2020 09:22 WIB
Sinopsis Messiah, Serial Kontroversial Netflix Soal 'Dajal' Netflix telah merilis secara resmi serial Messiah yang menuai kontroversi tepat pada awal 2020. (dok. Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia -- Netflix telah merilis secara resmi serial Messiah yang menuai kontroversi tepat pada awal 2020. Berikut sinopsis serial Messiah yang disebut-sebut mengisahkan soal Dajal atau juga dikenal sebagai Antikristus.

Berlatar pada era situasi Suriah ketika berperang melawan pemberontak ISIL atau ISIS, masyarakat di Damaskus, ibu kota Suriah, kacau balau. Mereka kehilangan orang terkasih, tempat tinggal, tak punya makanan, dan harus menghadapi teror setiap waktu.

Di tengah ketidakjelasan hidup, sosok misterius muncul di tengah-tengah kota. Dirinya tak berhenti berkhotbah soal keyakinan dan nasib masyarakat yang sudah ditentukan Tuhan.


Semula masyarakat menolak sosok pria misterius yang tak diketahui namanya itu, namun satu per satu omongannya menjadi kenyataan. Bahkan, di tengah badai pasir yang menerjang selama sebulan, pria itu tetap berkhotbah tak butuh makan, minum, apalagi istirahat.

Masyarakat pun mulai mempercayai sosok yang kemudian disebut sebagai "Al-Masih" ini. Masyarakat percaya bahwa ia adalah sosok Al-Masih yang kembali datang untuk menyelamatkan umat manusia di akhir zaman.

Bukan hanya masyarakat umum, bahkan pemuka agama juga dibuat terpana olehnya. Apalagi mengingat pria misterius itu begitu piawai menyampaikan ayat kitab suci dan ucapan Nabi. Perdebatan soal pria itu benar Isa Al-Masih atau bukan pun merebak.

Meski begitu, 2.000 orang Suriah percaya kepadanya dan menjadi pengikutnya. Mereka pun rela berjalan kaki dari Damaskus menuju Yerusalem.

Di kota suci agama Samawi itu, sosok pria misterius ini bahkan menampilkan "mukjizat" dengan menghidupkan kembali anak kecil yang tertembak di depan The Dome of the Rock, lokasi bangunan berisi batu yang diyakini sebagai pijakan Nabi Muhammad ke langit bertemu Tuhan di peristiwa Isra Mi'raj.

Sinopsis Messiah, Serial Kontroversial Netflix Soal 'Dajal'Netflix telah merilis secara resmi serial Messiah yang menuai kontroversi tepat pada awal 2020.: (dok. Netflix)

Kehebohan pria misterius ini pun menyebar melalui internet dan menarik seorang agen CIA, Eva Geller (Michelle Monaghan). Eva yakin ada sesuatu yang tak beres dengan pria misterius itu. Apalagi, hanya dalam waktu sekejap, pria ini bisa berpindah tempat lintas benua.

Eva pun harus berkejaran dengan waktu untuk mengungkap identitas pria misterius itu dan mencegah ia untuk merekrut lebih banyak orang yang bisa berujung menjadi kehebohan dunia.

Messiah menjadi kontroversi setelah Netflix merilis trailer sejak 3 Desember lalu dan disaksikan lebih dari 1,8 juta kali. Trailer 2 menit itu mengundang banyak ketidaksukaan netizen, dengan lebih dari 36 ribu akun menyatakan tidak suka atas video itu.

Sejumlah netizen penggemar konspirasi banyak menilai serial Messiah adalah kisah soal Dajal atau Antikristus yang dalam banyak teori agama Samawi atau Yahudi, Kristen, dan Islam, makhluk itu disebut akan datang memiliki kemampuan ajaib dan membuat keimanan banyak orang kepada Tuhan goyah.

Dajal sendiri merupakan kosakata dari bahasa Arab yang kerap digunakan untuk merujuk "nabi palsu". Istilah itu juga mengacu pada Ad-Dajjal atau "penyamar" atau "pembohong" dengan nama lainnya adalah Al-Masih Ad-Dajjal.

Sinopsis Messiah, Serial Kontroversial Netflix Soal 'Dajal'Kreator Messiah, Michael Petroni mengaku serial ciptaannya ini memang provokatif. (dok. Netflix)

Kreator Messiah, Michael Petroni mengaku serial ciptaannya ini memang provokatif. Petroni mengakui Netflix "cemas" ketika ia datang dengan ide ini kepada perusahaan yang agresif membuat karya orisinal tersebut.

"Itu adalah konsep yang sangat berani, tahu kan?" katanya. "Anda membaca contohnya, lelaki ini akan memimpin dua ribu orang Palestina-Suriah menyeberangi perbatasan Israel,"

Petroni bersikukuh acara ini "tidak bermaksud menyinggung siapa pun" dan tidak berdasarkan teori agama mana pun.

"Ini tidak seperti saya menerima semua cercaan," katanya. "Kami mengharapkan ada bakal banyak pendapat soal acara ini, dan banyak debat. Saya mengharapkan perdebatan,"

[Gambas:Youtube]

(end)