Milenial Ditetapkan Jadi Kata Tahun Ini Edisi 2019

CNN Indonesia | Selasa, 07/01/2020 04:34 WIB
Milenial Ditetapkan Jadi Kata Tahun Ini Edisi 2019 Ilustrasi. Kata milenial paling banyak dicari di KBBI pada 2019. (Hermann/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan milenial sebagai Kata Tahun Ini edisi 2019.

Milenial menjadi kata tahun ini setelah mempertimbangkan beberapa hal, salah satunya karena paling banyak dicari dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

"Kata milenial merupakan salah satu kata dalam daftar tersebut dengan jumlah pencarian 19.834 kali," kata Plt. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Dadang Sunendar, di Gedung C Kemdikbud, Jakarta, Senin (6/1).


Berdasarkan data, milenial digunakan masyarakat sejumlah kota di Indonesia. Namun, kata milenial paling banyak digunakan di Depok, Yogyakarta, Banjarmasin, Malang dan Padang.

Tak hanya itu, kata milenial juga digunakan dalam lingkup bidang yang luas, mulai dari media nasional, publikasi ilmiah, laman pemerintahan, swasta, serta bidang pengetahuan.

Dadang menyebutkan ada beberapa kata lain yang sesungguhnya juga banyak dicari, seperti aktivitas, analisis, daring, efektif, izin, kerja sama, literasi, risiko, survei, dan hoaks.

Namun, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menetapkan milenial sebagai Kata Tahun Ini dengan pertimbangan lain. Selain kuantitas, penetapan Kata Tahun Ini juga berdasarkan kualitas.

Milenial disebut mencerminkan kemunculan generasi baru di bidang teknologi informasi dalam kurun 1980-an dan 2000-an. Kata milenial juga menjadi penanda sejumlah peristiwa yang terjadi di sepanjang 2019.

Salah satu peristiwa yang membuat kata milenial populer adalah pengumumuman staf khusus Presiden Joko Widodo dari kalangan milenial pada 21 November 2019. Berdasarkan pencarian Google pada 30 Desember, kata staf khusus milenial dipakai 2,94 juta kali.

"Sehingga kata milenial juga mewakili perubahan sosial dan kultural di masyarakat," ucap Dadang.

[Gambas:Video CNN]

Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, Hurip Danu, mengatakan penentuan Kata Tahun Ini melibatkan sejumlah lapisan masyarakat lewat Sidang Komisi Istilah yang dilakukan setiap tahun.

"Itu kan keterwakilan dari dunia akademik, dari pemerhati bahasa, media massa, dan ahli bahasa. Jadi para ahli sejumlah 100 orang dari berbagai bidang itu masuk di situ," tutur Hurip Danu.

Kata Tahun Ini merupakan salah satu program yang baru pertama kali dilakukan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dengan mengadaptasi hal yang dilakukan kamus-kamus besar dunia seperti Oxford dan Webster.

Oxford Dictionaries menetapkan climate emergency sebagai Word of the Year. Sementara itu, Merriam-Webster menetapkan "they" sebagai Word of the Year karena memiliki makna baru, yakni nonbiner atau identitas gender yang tidak secara eksklusif. (chri/has)