Pengadilan Brasil Perintahkan Netflix Cabut Film Yesus Gay

CNN Indonesia | Jumat, 10/01/2020 20:19 WIB
Pengadilan Brasil Perintahkan Netflix Cabut Film Yesus Gay Pengadilan Brasil memerintahkan Netflix mencabut film yang menggambarkan Yesus sebagai seorang gay, The First Temptation of Christ. (Justin Sullivan/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengadilan Rio de Janeiro di Brasil memerintahkan Netflix untuk mencabut film yang menggambarkan Yesus Kristus sebagai seorang gay, The First Temptation of Christ.

"Pencabutan program itu penting tak hanya bagi komunitas Kristen, tapi juga masyarakat Brasil yang kebanyakan Kristen," ujar hakim pengadilan Rio de Janeiro, Benedicto Abicair, seperti dikutip SkyNews.

SkyNews sudah menghubungi Netflix untuk meminta tanggapan mengenai perintah pencabutan film karya kelompok komedian YouTube Brasil, Porta dos Fundos, yang kontroversial itu. Namun, belum ada tanggapan.


Keputusan pengadilan ini diumumkan di tengah peningkatan amarah masyarakat, terutama setelah sekelompok orang membuat petisi di Change.org yang mendesak pencabutan The First Temptation of Christ.

Digagas oleh pemilik akun Alex Brindejoncy pada bulan lalu, petisi itu kini terpantau sudah ditandatangani oleh 2,3 juta orang.

"Kami mendukung pelarangan film Natal dari Porta dos Fundos yang berjudul The First Temptation of Christ," demikian bunyi petisi tersebut.

Tak hanya itu, petisi tersebut juga menyerukan agar Netflix menghapus "The First Temptation of Christ" dan menuntut Porta dos Fundos atas tuduhan kejahatan terhadap kepercayaan.

"Kami juga menuntut permohonan maaf karena mereka benar-benar melukai umat Kristen," bunyi petisi tersebut.

Dalam "The First Temptation of Christ", Yesus digambarkan menjalin hubungan dengan seorang rekan lelaki bernama Orlando. Mereka tiba di rumah Maria dan Yusuf yang sudah mempersiapkan pesta untuk menyambut anaknya.

[Gambas:Video CNN]

Tak lama setelah film itu dirilis, sejumlah tokoh Kristen melontarkan protes, termasuk Uskup Pernambuco, Henrique Soares da Costa.

Melalui Facebook, Costa mengumumkan bahwa ia berhenti berlangganan Netflix karena "The First Temptation of Christ" sangat "menista, vulgar, dan tak menghormati."

Menanggapi semua kisruh ini, Eduardo Bolsonaro yang juga merupakan putra Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, berkata, "Kami mendukung kebebasan berekspresi, tapi apakah sepadan dengan menyerang kepercayaan 86 persen populasi kita?" (has/has)