Melansir Variety, produser No Time To Die Barbara Broccoli mengatakan pemecatan Boyle dipilih karena perbedaan pandangan. Mau tak mau ia harus mengakhiri kerja sama di tengah jalan.
"Sulit bagi kedua pihak karena kami saling menghormati dan mengagumi, tapi lebih baik (mengetahui perbedaan) sebelum kalian memulai suatu proyek," kata Broccoli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melanjutkan, "Kami bekerja sama beberapa bulan, tetapi asa saat ketika kami berdiskusi film seperti apa yang ingin dibuat, dan kami menyimpulkan bahwa kami tidak sejalan."
Broccoli menjelaskan bahwa film yang melibatkan banyak orang saja tetap sulit dibuat, walau semua sependapat. Artinya, membuat film dengan pihak yang berbeda pendapat adalah tidak mungkin.
Sutradara Danny Boyle disebut memiliki pandangan yang berbeda dari produser James Bond: No Time to Die. (Foto: Dimitrios Kambouris/Getty Images/AFP) |
Mereka berdua disebut membuat cerita No Time To Die terlalu fokus pada tensi politik dengan Rusia dan mengacu pada Perang Dingin di era modern. Sementara produser tidak menyukai itu.
JAMES BOND: NO TIME TO DIE |
No Time To Die merupakan film James Bond ke-25 sekaligus yang terakhir bagi Daniel Craig karena usianya sudah tak lagi sesuai dengan konsep si mata-mata yang 'abadi' di usia 33 tahun.
James Bond: No Time to Die menjadi salah satu film yang paling diantisipasi pada 2020. No Time to Die dijadwalkan akan tayang di bioskop pada 8 April 2020.
[Gambas:Video CNN]
(adp/rea)
Sutradara Danny Boyle disebut memiliki pandangan yang berbeda dari produser James Bond: No Time to Die. (Foto: Dimitrios Kambouris/Getty Images/AFP)