1917 dan Sederet Film One-Shot dalam Dua Dekade

CNN Indonesia | Selasa, 21/01/2020 15:25 WIB
1917 dan Sederet Film One-Shot dalam Dua Dekade Kehadiran 1917 dalam nominasi film terbaik Oscar mengingatkan sejumlah pihak akan Birdman, pemenang Academy Award 2015 yang juga menyuguhkan gambar one-shot. ((François Duhamel/Universal Pictures via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kehadiran 1917 di deretan nominasi Film Terbaik Oscar mengingatkan sejumlah pihak akan Birdman, pemenang Academy Award 2015 yang juga menyuguhkan pengambilan gambar one-shot.

Dengan teknik tersebut, penonton dibawa bertualang dari satu sudut pandang kamera yang mengikuti tiap pergerakan dalam adegan.

Teknik ini mematahkan anggapan bahwa efek dramatis hanya bisa didapat dari pengambilan gambar dari berbagai sudut pandang menggunakan beberapa kamera.


Namun, banyak sineas menganggap teknik ini sangat sulit dan terlalu ambisius. Tim sinematografi 1917 saja sempat menganggap proposal awal sutradara Sam Mendes untuk membuat film one-shot gurauan belaka.

"Saya tertawa keras," kenang editor 1917, Lee Smith, saat berbincang dengan CNN.

Sinematografer 1917, Roger Deakins, juga bereaksi serupa kala Mendes menyodorkan proposal film ambisiusnya tersebut.

"Saya kira salah ketik," ucap Deakins.

1917 sendiri sebenarnya tak menerapkan teknik one-shot utuh, hanya menimbulkan efek seperti diambil dengan satu kamera.

Dari awal medio 2000-an, mulai banyak film yang digarap menggunakan metode seperti ini. Berikut daftar film yang berhasil menerapkan teknik tersebut.

Timecode (2000)

Tak puas dengan hanya pengambilan gambar one-shot, Mike Figgis juga merekam Timecode dari berbagai sudut pandang secara bersamaan.

Russian Ark (2002)

Dengan 2.000 aktor dan tiga orkestra, Russian Ark membanjiri puluhan ruangan di Winter Palace, St. Petersburg, untuk proses pengambilan gambar selama 96 menit.

Proses tersebut kian menantang karena kamera sutradara Russian Ark, Alexander Sokurov, hanya bisa bertahan untuk empat kali percobaan.

[Gambas:Youtube]

Silent House (2012)

Terinspirasi dari film horor Uruguay, La Casa Muda, karya Gustavo Hernandez, Silent House menyuguhkan ketegangan tanpa henti selama 90 menit dengan pengambilan murni hanya satu kali dari awal hingga akhir.

Birdman (2014)

Birdman memang tidak diambil dengan teknik one-shot yang sesungguhnya. Namun, tim bekerja sedemikian rupa sehingga film itu terlihat seperti diambil dengan satu kamera.

Alejandro Gonzales Inarritu harus gigih mengambil 15-20 rekaman untuk tiap adegan panjang di Birdman. Namun, kerja keras itu terbayar lunas dengan trofi film terbaik Oscar.

[Gambas:Youtube]

One Cut of the Dead (2017)

The New York Times menggambarkan film meta-thriller bujet rendah dari sineas Jepang ini bagai film Noise Off dipadukan dengan Night of the Living Dead.

Dengan sudut pandang satu kamera, film ini membawa penonton bertualang, mencoba melarikan diri dari kejaran zombie. (has/has)