Radiohead Buka Perpustakaan Daring, Pamer Arsip Karya Langka

CNN Indonesia | Kamis, 23/01/2020 05:00 WIB
Radiohead Buka Perpustakaan Daring, Pamer Arsip Karya Langka Radiohead meluncurkan perpustakaan daring di mana penggemar dapat menikmati karya-karya band asal Inggris itu, termasuk yang belum pernah dirilis sebelumnya. (AFP Photo/Kamil Krzaczynski)
Jakarta, CNN Indonesia -- Radiohead meluncurkan perpustakaan daring di mana penggemar dapat menikmati karya-karya band asal Inggris itu, termasuk yang belum pernah dirilis sebelumnya.

Perpustakaan tersebut dapat diakses melalui radiohead.com, situs yang mengarsipkan kesembilan album karya Radiohead, termasuk video musik, penampilan di televisi, hingga grafis pendukung lainnya.

"Radiohead.com biasanya selalu tidak informatif dan tidak bisa ditebak. Sekarang, seperti yang sudah bisa ditebak, kami membuatnya jadi informatif," demikian pernyataan Radiohead melalui Twitter.




Para penggemar dapat mendaftar jadi anggota dan mengunduh kartu perpustakaan yang mengandung kode QR. Dengan kode tersebut, pemegang kartu keanggotaan sepakat dengan inisiatif perlindungan data GDPR.

Dalam perpustakaan tersebut, penggemar dapat menikmati karya-karya Radiohead yang tak tersedia di layanan streaming, mulai dari EP Drill (1992), hingga lagu "I Want None of This" dalam kompilasi amal Help! A Day in the Life.

Mereka juga dapat mengakses playlist pilihan para anggota Radiohead, yaitu Thom Yorke, Jonny Greenwood, Ed O'Brien, Colin Greenwood, dan Philip Selway.

Tak hanya mengakses karya, dengan kartu digital tersebut, para penggemar juga bisa mendapatkan desain kaus Radiohead untuk dicetak sendiri.

Khusus pekan ini, tiap anggota Radiohead akan menghabiskan waktu satu hari untuk menjadi pustakawan yang mengurasi materi melalui kanal-kanal media sosial band. Putaran urutan akan dimulai dengan Colin Greenwood.

"Pustakawan yang akan mengantar kalian ke Perpustakaan Publik Radiohead hari ini adalah Colin. Pranala di bio," tulis Radiohead melalui Instagram.

[Gambas:Instagram] (has/has)