Sophie Turner Enggan Tampil di Prekuel 'Game of Thrones'

CNN Indonesia | Kamis, 23/01/2020 06:00 WIB
Sophie Turner Enggan Tampil di Prekuel 'Game of Thrones' Pemeran Sansa Stark, akrtis Sophie Turner mengaku enggan tampil dalam prekuel serial Game of Thrones. (Dok. HBO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Akrtis Sophie Turner mengaku enggan tampil dalam prekuel serial Game of Thrones. Pernyataan itu ia sampaikan kepada Variety di Screen Actors Guild (SAG) Awards 2020.

"Saya akan memberikan apa pun untuk kembali pada apa yang kita punya, tapi itu tidak akan sama. Itu akan berbeda, dengan orang berbeda yang menjalankanya," kata Sophie.

Ia melanjutkan, "Saya tidak ingin menjadi bagian dari (prekuel Game of Thrones) itu." Aktris berusia 23 tahun ini kemudian berkelakar mau tampil dalam prekuel tersebut bila mendapat bayaran yang besar.


Dalam serial Game of Thrones (2011-2019), Sophie memerankan salah satu karakter utama bernama Sansa Stark. Dari banyak karakter, Sansa adalah salah satu karakter yang paling berkembang.

Kesuksesan serial yang diadaptasi dari seri novel karya George R. R. Martin ini membuat kanal televisi HBO tertarik untuk membuat prekuel. HBO dan Martin menyiapkan lima prekuel Game of Thrones.

HBO sempat syuting prekuel serial Game of Thrones yang bertajuk The Long Night. Melansir Entertainment Weekly, pada akhir Oktober 2019, HBO membatalkan serial yang dibintangi Naomi Watts ini.

Kemudian pada bulan yang sama, HBO mengumumkan akan menggarap prekuel lain bertajuk House of the Dragon. Serial ini dijadwalkan tayang perdana pada tahun 2022.

House of the Dragon dibuat Martin dan Ryan Condal. Sementara, Miguel Sapochnick bekerja sama dengan Condal sebagai eksekutif produser dan menyutradarai episode pertama serta beberapa episode lainnya. Condal juga ditetapkan untuk terlibat dalam penulisan naskah.

Sapochnikck bukanlah orang baru di serial Game of Thrones, sebelumnya ia menyutradarai beberapa episode yang menampilkan banyak adegan perang. Sementara, Condal belum pernah terlibat dalam serial Game of Thrones sebelumnya.

Prekuel ini diadaptasi dari novel bertajuk Fire & Blood (2018) karya Martin. Secara keseluruhan buku tersebut bercerita tentang klan Targaryen yang merupakan salah satu klan tertua.

House of the Dragon bercerita tentang perang saudara klan Targaryen. Kisah ini sendiri sempat beberapa kali dibahas dalam serial Game of Thrones, tepatnya pada musim kelima.

Kala itu Shireen Baratheon bercerita kepada ayahnya, Stannis Baratheon, sedang membaca buku bertajuk The Dance of Dragons. Buku tersebut mengisahkan peperangan antara Rhaenyra Targaryen dengan adik tirinya, Aegon II Targaryen.

Saat itu Rhaenyra bertakhta di benua Westeros, tempat Game of Thrones berlangsung, setelah ayahnya yang bernama Viserys I Targaryen meninggal. Ia adalah menjadi ratu pertama di Westeros.

Sementara, Aegon II merasa memiliki hak untuk menjadi raja sehingga meminta Rhaenyra turun takhta. Jelas Rhaenyra tidak terima sehingga terjadi perang saudara, peristiwa ini disebut The Dance of Dragons.

Perang tersebut dianggap sebagai sebagai salah satu penyebab klan Targaryen hampir punah. Sementara itu, pertarungan antar saudara itu juga menjadi salah satu penyebab naga yang biasa ditunggangi klan Targaryen punah. (adp/end)